Komunitas Cinta Berkain Indonesia Bawa Misi Melestarikan Budaya Lewat Kain

KCBI tak hanya sekadar ajang kumpul bagi ibu-ibu, mereka memiliki misi lebih dari itu, yakni melestarikan budaya Indonesia lewat penggunaan kain.

Tribunnewswiki/Akira Tandika
Ketua Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Surabaya Windrati Wiworo (kiri) dan Humas Reni Dewayani (kanan) mencontohkan cara pemakaian kain. 

TRIBUNNEWSWIKI, SurabayaKomunitas Cinta Berkain Indonesia tak hanya sekadar ajang kumpul bagi ibu-ibu yang masih aktif bekerja hingga sudah pensiun.

Mereka memiliki misi lebih dari itu, yakni melestarikan budaya Indonesia lewat penggunaan kain.

Kain dipilih lantaran merupakan budaya yang sudah dimiliki Indonesia sejak dulu dan kini sedikit mulai terkikis zaman.

Sebagian orang beranggapan mengenakan kain itu susah karena pemakaiannya yang harus dililit dan terbentuk rapi.

Untuk menepis anggapan itu, Komunitas Cinta Berkain Indonesia ingin memberikan perspektif bahwa mengenakan kain untuk kegiatan sehari-hari itu mudah dan tetap nyaman.

Komunitas Cinta Berkain Indonesia

“Sebenarnya mengenakan kain itu mudah. Hanya perlu terbiasa saja. Memakai kain itu bukan hanya untuk datang ke pesta, tapi bisa dipadukan dengan apa saja,” terang Wakil Ketua Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Surabaya Enny Handayani.

Ketua Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Surabaya Windrati Wiworo menjelaskan, fokus komunitas ini adalah untuk melestarikan kain wastra nusantara yang memiliki beragam jenis dari berbagai daerah.

Di antaranya, batik, tenun, songket, lurik, jumputan, sasirangan, dan masih banyak lagi.

Selain melestarikan kain wastra nusantara, Komunitas Cinta Berkain juga ingin masyarakat tidak melupakan kebiasaan yang telah ada sejak dulu, yakni mengenakan kain di kehidupan sehari-hari.

“Sekarang kalau bukan kita yang melestarikan mau siapa lagi? Nanti kalau kain-kain wastra nusantara satu per satu diakui oleh negara lain, baru kita marah-marah?” jelas Windrati Wiworo.

Kain Batik Pamekasan bisa disebut sebagai wastra nusantara lantaran melewati proses pemalaman.
Kain Batik Pamekasan bisa disebut sebagai wastra nusantara lantaran melewati proses pemalaman. (Tribunnewswiki/Akira Tandika)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved