Komunitas Cinta Berkain Indonesia

Komunitas Cinta Berkain merupakan sekumpulan perempuan dengan latar pekerjaan berbeda dan miliki misi sama untuk melestarikan budaya bangsa.

IST
Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Surabaya saat ikut mengisi booth dalam Batik Fashion Fair 2019 di Exhibition Hall Grand City, 27 November sampai 1 Desember 2019. 

Enny mengambil sehelai kain yang digunakan untuk pajangan sebagai contoh.

Bagian paling ujung kain diambil Enny untuk dipaskan di depan. Sisanya dililit memutar ke belakang.

Untuk mengeratkan, Enny mempunyai beberapa pilihan, pertama ujung kain belakang dan depan ditali, kedua dieratkan menggunakan gesper, dan ketiga menambahkan tali lain.

Setelah itu, Enny melipat bagian kain yang menutup perut, serta merapikan bagian depan.

“Sudah, mbak. Ini mudah sekali. Bagian yang njlitet (tidak rapi) di depan biasanya, tinggal diluruskan saja,” terang Enny sambil membetulkan kain bagian depan.

Tak hanya satu, Enny juga menunjukkan satu lagi cara paling sederhana dalam mengenakan kain.

Gaya yang ini disebut sebagai gaya popok karena mirip sekali seperti popok bayi.

Caranya, bagian ujung samping kain di arahkan menutup perut hingga ke belakang, kemudian ditali.

Selanjutnya, kain sisa yang menjuntai ke bawah, diarahkan ke belakang. Hal yang sama seperti langkah pertama diulang. Namun bedanya, kali ini dari arah belakang ke depan, kemudian ditali.

“Sudah jadi, mbak. Gini aja simpel. Kamu bisa padukan ini dengan kaus kemudian ditutup jaket jeans, pakai sneaker, selesai. Outfit seperti ini bisa kamu pakai ke mana saja, mau ke kampus dan main ke mall,” tutur Enny.

Kalau mau pergi ke acara undangan, tambah Enny, tinggal mengganti atasan saja. Mengenakan blouse atau brokat, kemudian sepatunya diganti dengan high heels.

“Tapi jangan lupa, untuk yang berkerudung, selalu mengenakan legging terlebih dahulu. Karena biasanya, kain ini bagian bawahnya ada yang tersingkap,” tambah Enny.

2. Mempelajari kain

Pengetahuan lain yang perlu dimiliki seseorang saat memutuskan untuk mulai mengenakan kain adalah cara menentukan bagian atas dan bawah kain.

Jika kain memiliki motif burung atau hewan lain, pastikan kepala burung berada di atas atau ketika kain bermotif kuncup bunga atau tanaman, pastikan bagian yang terbuka berada di atas.

“Pengetahuan ini sering terlupakan, padahal penting. Jangan terbalik menentukan arah atas kain, nanti njulungup (jatuh ke bawah),” tutur Enny.

Enny menyarankan, sebelum mengenakan kain, ada baiknya membaca motif kain terlebih dahulu guna menemukan bagian atas dan bawah kain, supaya tidak salah saat memakainya.

“Seni itu memanng rumit, mbak. Maka dari itu, kita harus baca betul-betul supaya tidak salah mengartikan. Salah satu contohnya, saat mengenakan kain ini,” kata perempuan berkacamata itu.

3. Mengetahui filosofi kain

Dalam Komunitas Cinta Berkain juga diajarkan mengenai filosofi kain, terutama batik, agar pemakaiannya tepat.

Seperti yang kerap terjadi, imbuh Windrati, biasanya orang yang tidak tahu mengenai filosofi kain batik sering salah saat memakai sebuah motif.

“Beberapa motif ada yang melambangkan kesedihan, kesenangan, melambangkan boleh dikenakan saat mengunjungi kraton,” imbuh Windrati.

4. Cara membedakan kain tekstil dan warsa nusantara

Komunitas Cinta Berkain menunjukkan cara membedakan kain wastra nusantara dengan tekstil.

Tekstil menurut Komunitas Cinta Berkain, memang memiliki motif batik, tapi proses pengerjaannya melalui printing.

“Kalau kain wastra nusantara, terutama yang batik, pasti melewati pemalaman (proses membubuhkan malam di atas kain),” terang Humas Komunitas Cinta Berkain Reni Dewayani.

Selain itu, perbedaan yang mencolok antara kain batik dan tekstil adalah tampak muka dan belakang.

“Kalau kain batik yang melewati pemalaman, tampak muka dan belakang akan sama. Meski pada bagian belakang tak seterang depan, asal tidak berwarna putih. Karena kalau tekstil, dia kan prosesnya melalui printing, biasanya kain bagian belakang akan cenderung putih,” tambah Reni.

(TRIBUNNEWSWIKI/AKIRA TANDIKA)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved