Aspringta (Asosiasi Perajin Bunga Kering dan Buatan)

Aspringta merupakan wadah kreasi daur ulang bahan limbah yang diikuti oleh Ibu-ibu usia 40 tahun ke atas.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Anggota Aspringta yang ikut memamerkan produk kerajinannya di Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Asosiasi Perajin Bunga Kering dan Buatan atau Aspringta, merupakan wadah kreasi daur ulang bahan limbah yang diikuti oleh Ibu-ibu usia 40 tahun ke atas.

Berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta, Aspringta memiliki misi untuk membuat barang dari bahan limbah agar memiliki nilai seni dan jual saat ditampilkan ke masyarakat.

Ketua Aspringta Surabaya, Nanik Heri mengatakan, bahan-bahan limbah yang biasa digunakan oleh Aspringta yakni, sampah daun, kertas semen, sampah koran dan masih banyak lagi.

Nanik mencontohkan salah satu jenis kerajinan yang dibuat oleh anggota Aspringta yakni, daur ulang kertas semen.

Katanya, limbah kertas semen itu diolah sedemikian rupa untuk dijadikan, tas, clutch, kipas angin tangan, hingga payung. Bahkan, kerajinan tersebut bisa sampai ke Liverpool.

Ermien Setyawati, pemilik brand ESM Collection menunjukkan hasil kerajinan yang ia buat dari bahan kertas semen bekas.
Ermien Setyawati, pemilik brand ESM Collection menunjukkan hasil kerajinan yang ia buat dari bahan kertas semen bekas. (SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Selain itu, Nanik juga mencontohkan hasil kerajinan miliknya sendiri yakni, tempat abu jenazah.

Kata Nanik, tempat abu jenazah buatannya juga telah diekspor hingga di tiga negara, di antaranya, Inggris, Amerika, dan Dubai. Bahkan, kegiatan ekspor ke Inggris masih ia lakukan hingga kini.

Untuk mengumpulkan anggota, Aspringta biasanya meminta data pada dinas terkait untuk ditawari agar ikut bergabung.

Namun tak jarang, pihak dinas juga tak memiliki data yang ia butuhkan.

Maka,  Aspringta yang akan datang ke pameran-pameran untuk meminta kartu nama perajin tersebut dan menawari mereka untuk bergabung bersama.

House of Sampoerna (Museum Tembakau Surabaya)

Hingga kini, Aspringta telah memiliki anggota aktif sebanyak 60 orang, yang masih terus memproduksi kerajinan dari bahan daur ulang.

Menurut Nanik, sebenarnya anggota Aspringta ada lebih dari 100 orang untuk di Surabaya saja. Namun mereka banyak yang tidak aktif lantaran sudah meninggal dunia, juga kesibukan lain di luar Aspringta.

Pada 2020 ini, Aspringta melakukan pendataan ulang terhadap anggotanya. Fungsinya, supaya untuk ke depan, Aspringta memiliki anggota yang memang sudah memiliki usaha sendiri, dan ingin berkembang bersama-sama di komunitas ini.

Selain itu, alasan perombakan peraturan ini karena ingin menyesuaikan dengan nama komunitas. Lantaran Aspringta ini adalah asosiasi pengusaha juga perajin, maka sebaiknya yang bergabung juga mereka yang sudah memiliki usaha atau yang baru memulai usaha.

Aspringta juga mengizinkan untuk pengusaha pemula yang ingin bergabung. Hal ini supaya mereka dapat mencontoh kawan-kawan yang sudah lama bergabung di Aspringta dan sukses membangun usaha.

Nanik ingin agar pemula atau bahkan kaum milenial yang masuk di Aspringta, bisa memandang kerajinan sebagai bisnis yang tak kalah menjanjikan dibanding bekerja di kantor.

Maulina Dian Endarty

Meskipun pengusaha yang tergabung dalam Aspringta rata-rata merupakan pelaku UKM, namun dengan usaha ini mereka bisa menghidupi keluarga, juga melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengikutsertakan warga sekitar untuk memproduksi kerajinan bersama.

Menurutnya, dua poin itu sebagai suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri yang dilakukan oleh pelaku UKM.

Untuk bergabung dengan Aspringta, Nanik mengaku tak ada batasan usia bagi yang ingin bergabung.

Namun saat ini, Aspringta beranggotakan ibu-ibu yang usia 40 tahun ke atas.

Ikuti kami di
KOMENTAR
130 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved