Sheila Andina

Berawal dari rasa penasaran, Sheila Andina akhirnya menekuni dunia desain setelah lulus kuliah Akuntansi.

SURYA.co.id/Sugiharto
Sheila Andina berpose bersama desain terbaru miliknya. 

Hal itu, menurut Sheila, juga untuk membangun mood dan menemukan inspirasi baru.

Sheila mengaku awal mula memutuskan untuk sekolah desain karena dia merasa penasaran.

Dahulu, Sheila Andina sempat hobi menggambar saat duduk di bangku SMP.

Sheila Andina di antara beberapa koleksi desain busananya yang dipajang di showroom miliknya di daerah Jemursari.
Sheila Andina di antara beberapa koleksi desain busananya yang dipajang di showroom miliknya di daerah Jemursari. (SURYA.co.id/Sugiharto)

Rasa penasaran itu terus berkembang dan membuat dirinya mencoba melakukan hal baru lainnya seperti, menjahit.

Kala itu, Sheila berpikir gambar yang ia buat akan terasa percuma jika hanya akan diberikan kepada orang lain.

Ia kemudian tergugah untuk membuat karya miliknya sendiri.

Karya pertama yang dibuat Sheila Andina saat menjadi desainer, saat ia mengikuti Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 di Jakarta yakni, cocktail dress. Kala itu, Sheila mengangkat tentang bordir 3D.

Namun, hal itu tak berlangsung lama, lantaran pada tahun yang sama pula, Sheila ikut bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), yang membuatnya bertemu dengan banyak desainer dari berbagai genre.

Dari pertemuan itu kemudian Sheila mendapat banyak ilmu baru yang tak ia dapat sebelumnya dan membuat ia perlahan beralih genre ke pakaian ready-to-wear.

Selain itu, kepindahan Sheila dari desain pakaian cocktail ke ready-to-wear adalah, karena ia merasa saat ini masyarakat harus memiliki pakaian batik yang bagus, cantik, tapi tetap affordable, supaya kain batik makin baju lantaran banyak dikenakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved