Rizki Rahmadianti: Mencari Pegawai Lebih Mudah Daripada Memecat

Dulu bagi Rizki, mencari pegawai sudah seperti mencari pasangan. Dia harus memilih mana yang bisa diajak bekerja dan tidak.

Rizki Rahmadianti: Mencari Pegawai Lebih Mudah Daripada Memecat
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Rizki Rahmadianti menyiapkan beberapa pakaian untuk difoto dan diunggah di website juga media sosial. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Dulu bagi Rizki, mencari pegawai sudah seperti mencari pasangan. Dia harus memilah dan memilih, mana yang bisa diajak bekerja sama dan mana yang tidak.

Belum lagi, Rizki masih harus memberikan treatment yang baik supaya mereka betah, meski kadang melakukan kesalahan.

Kini, perlakuan tersebut telah ditinggalkan oleh Rizki. Mengingat pentingnya menjaga emosi diri sendiri.

“Maksudnya, kalau dulu saya masih kalem dan sabar sama pegawai, sekarang justru sudah tidak. Bukan berarti saya jadi galak, hanya saja lebih disiplin dari sebelumnya. Misalnya, ada peraturan yang saya buat dan pegawai itu merasa tidak cocok, ya saya tidak akan memaksa dia untuk bertahan bersama saya,” jelasnya.

Paling penting, bagi Rizki adalah attitude yang harus dimiliki oleh semua orang, khususnya mereka yang menjadi pegawai Rizki.

Attitude merupakan pondasi yang sangat dijunjung oleh Rizki.

Rizki: Mengawali Bisnis di Era 4.0 itu Mudah, Asal Tahu Sasaran Pasar

Karena attitude merupakan pondasi yang harus dimiliki semua orang untuk bersosialisasi maupun bekerja sama dengan orang lain.

“Ketegasan seperti itulah yang tidak saya miliki saat awal membuka bisnis ini. Kadang kita tahu kalau misalnya satu orang ini bikin rusuh di perusahaan, bahkan bisa sampai memengaruhi orang lain. Tapi kita selalu nggak sampai hati untuk memberhentikan dia,” ungkapnya.

Rizki selalu menerapkan kedisiplinan baik bagi dirinya maupun karyawan saat bekerja.

Karena mereka memliki tujuan yang ingin dicapai bersama. Jika tidak disiplin dan bekerja keras, tujuan itu akan lama atau bahkan sulit untuk dicapai.

“Salah satu kedisiplinan yang saya terapkan adalah tidak telat saat bekerja. Penjahit saya, mereka absen pakai sistem fingerprint. Kalau telat, mereka sendiri yang sudah sepakat untuk menanggung hukuman. Begitu pula saat izin libur, mereka saya biasakan konfirmasi ke saya dulu,” terangnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved