Nabilla Mustika Cari Formula Jitu untuk Gaet Milenial Agar Cintai Tari Tradisional

Menurunnya minat milenial terhadap hal-hal yang berbau tradisional rupanya juga diperhatikan oleh Nabilla Mustika.

Nabilla Mustika Cari Formula Jitu untuk Gaet Milenial Agar Cintai Tari Tradisional
SURYA.co.id/Sugiharto
Nabilla Mustika memperkirakan menurunnya minat milenial pada tradisi, dikarenakan mereka menganggap hal-hal tersebut kurang keren. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Menurunnya minat milenial terhadap hal-hal yang berbau tradisional rupanya juga diperhatikan oleh Nabilla Mustika.

Bahkan perempuan berusia 24 tahun tersebut, hingga kini masih mencari formula untuk membuat milenial kembali menumbuhkan minat mereka pada tradisi, khususnya tari tradisional.

Bagi Nabilla, kemungkinan turunnya minat milenial pada tradisi, dikarenakan mereka menganggap hal-hal tersebut kurang keren.

“Karena saat ini juga banyak sekali tarian-tarian lain yang masuk ke Indonesia seperti hip-hop, modern dance yang dianggap lebih keren sehingga membuat milenial berpaling dari tari tradisional,” ujarnya.

Nabilla Mustika Pernah Dapat Hadiah Rp 10 Ribu saat Ikut Lomba Tari Tradisional

Nabilla mengatakan, saat ini di seluruh sanggar, baik dari dalam hingga luar Jawa Timur sedang mengalami krisis murid berusia remaja.

Semakin hari, Nabilla merasa murid-murid remaja semakin berkurang dan tak lagi minat belajar tari tradisional. Selain karena sudah dianggap tidak keren lagi, banyaknya kegiatan yang mereka miliki juga menjadi faktor lain.

“Bahkan fenomena itu juga terjadi pada murid yang sudah belajar menari sejak kecil. Gerakan mereka sudah bagus, luwes, tapi begitu memasuki usia remaja, tiba-tiba berhenti menari,” imbuhnya.

Nabilla mengalami kesusahan untuk menggaet minat milenial pada tari tradisional. Bahkan hingga kini ia masih mencari cara jitu untuk hal itu.

Apalagi, lanjut Nabilla, yang paling susah diajak menari adalah murid-murid Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Tapi kalau mereka butuh untuk pertukaran pelajar, baru akan datang ke sanggar supaya diajarkan tari secara singkat. Padahal dengan waktu yang singkat, mereka belum tentu bisa menguasai gerakan. Kalau cuma sekadar mengingat mungkin mereka bisa, tapi jadinya ya gerakan tersebut akan hambar, karena nggak ada feel,” ungkap Nabilla.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved