Sanggar Tari Prastika Dikelola Nabilla Mustika Sekeluarga

Sanggar Tari Prastika berdiri sekira tahun 2014 lalu atas hasil ide bersama antara Nabilla Mustika beserta keluarganya.

Sanggar Tari Prastika Dikelola Nabilla Mustika Sekeluarga
SURYA.co.id/Sugiharto
Nabilla Mustika tekun dan sabar melatih anak-anak menari tradisional di sanggar tari prastika. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sanggar Tari Prastika berdiri sekira tahun 2014 lalu atas hasil ide bersama antara Nabilla Mustika beserta keluarganya seperti, Ayah, Ibu, dan kakak dari orang tuanya.

Ide itu muncul saat orang tua Nabilla, yang kala itu masih sering menari di Cak Durasim, mendapat saran dari beberapa orang untuk membuka sanggar tari di dekat rumah mereka di kawasan Kebraon Surabaya.

“Orang-orang di dekat rumah banyak yang request untuk buka sanggar. Karena kalau harus ke Cak Durasim untuk latihan, mereka mengaku terlalu jauh,” terangnya.

Sanggar Tari Prastika khusus mengajarkan tari-tarian khas Jawa Timur seperti, Tari Remo, Tari Jejer, Tari, Madura, dan lain-lain.

Tari-tarian itu diajarkan lantaran Sanggar Tari Prastika ingin fokus mengenalkan tarian khas Jawa Timur yang sesuai dengan domisili mereka tinggal.

“Namun, tidak menutup kemungkinan kalau terkadang juga diajarkan tari khas daerah lain untuk kebutuhan tertentu. Karena memang kembali lagi, fokus kami adalah tarian khas Jawa Timur,” ujarnya.

Nabilla Mustika Pernah Dapat Hadiah Rp 10 Ribu saat Ikut Lomba Tari Tradisional

Hingga saat ini, Sanggar Tari Prastika telah memiliki kurang lebih 50 murid yang di antaranya merupakan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP.

Untuk usia, sebenarnya Sanggar Tari Prastika tak pernah memberi batasan. Namun sejauh ini, yang tergabung di sana memang baru anak-anak PAUD hingga SMP.

“Anak SMP itu juga paling mentok cuma sampai kelas 1. Mereka banyaknya nggak punya waktu karena sudah memiliki banyak kegiatan lain,” kata lulusan STIKOSA-AWS itu.

Lantaran Sanggar Tari Prastika memiliki banyak sekali murid yang masih anak-anak, Nabilla mengaku tak mengalami kesusahan saat mengajar mereka.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved