Kajeng Kliwon (2020)

Apabila dalam film lain masyarakat akan disuguhkan adegan jump scare yang memacu detak jantung, pengalaman berbeda pun ditambahkan Bambang Drias.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
MISTIS BALI - Para pemain film Kajeng Kliwon saat jumpa penggemar di CGV BG Jucntion Surabaya, Minggu (16/2). Film karya sutradara Bambang Drias itu mengangkat kisah tentang dunia mistis Bali. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya – Film Kajeng Kliwon memberikan sensasi lain dalam menikmati film horor.

Apabila dalam film lain masyarakat akan disuguhkan adegan jump scare dengan efek suara yang memacu detak jantung, pengalaman berbeda pun ditambahkan sutradara Bambang Drias.

Pria kelahiran Surabaya itu memadukan horor dengan urban legenda yang telah mendarah daging di masyarakat.

Menurut Bambang, film Indonesia tak hanya harus mengambil genre percintaan maupun horor.

Pabrik Sirup Siropen

Bambang Drias, Sutradara film Kajeng Kliwon saat memotret pemain dalam acara Meet and Greet di CGV BG Junction, Minggu (16/2/2020).
Bambang Drias, Sutradara film Kajeng Kliwon saat memotret pemain dalam acara Meet and Greet di CGV BG Junction, Minggu (16/2/2020). (SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Menyelipkan kebudayaan Indonesia dalam sebuah film adalah salah satu cara pengenalan yang baik menurutnya.

Film Kajeng Kliwon menyelipkan kisah urban legend di Bali tentang makhluk mistis bernama Leak atau Rangde.

Bila diartikan, Kajeng Kliwon memiliki kesamaan makna dengan malam-malam yang dikeramatkan oleh beberapa lapisan masyarakat. Seperti misalnya di Jawa, banyak yang percaya bahwa Jumat Kliwon adalah mal keramat.

Di Bali, Kajeng Kliwon terjadi selama empat kali dalam sebulan.

Pada malam Kajeng Kliwon, masyarakat percaya bahwa pintu yang dapat membantu makhluk mistis masuk ke dunia manusia.

Sinopsis Kajeng Kliwon

Kajeng Kliwon memberi pesan tentang perjodohan orang Bali. Selama ini masyarakat di sana percaya bahwa orang Bali harus mendapat jodoh dari daerah yang sama. Padahal, meski tidak dari daerah yang sama, tetap bisa berjodoh.

Itu pula yang digambarkan oleh dua orang tokoh dalam film ini.

Agni ( Amanda Manopo) merupakan seorang dokter muda yang berasal dari Bali. Ia berencana menikah dengan Nicho (Christ Laurent), seorang fotografer asal Jakarta.

Namun, dalam mempersiapkan pernikahan, Agni dan Nicho kerap berselisih paham. Hingga muncul orang ketiga, yang berusaha mengusik hubungan keduanya.

Adalah Wijaya (Vincent Andrianto) pemuda asli Bali yang mencoba memengaruhi Agni untuk menikah dengannya.

Selain itu, Agni disebut-sebut merupakan keturunan dari Rangde yang menjadi pemicu terbesar rencana pernikahannya dengan Nicho tak kunjung terealisasi.

Di Bali, malam Kajeng Kliwon merupakan pintu di mana makhluk mistik bisa masuk ke dunia manusia.

Menilik Lokasi Syuting Sinetron Kisah Cinta Anak Tiri yang Tayang di SCTV

Poster Film Kajeng Kliwon yang diperankan oleh Amanda Manopo dan sederet artis lainnya.
Poster Film Kajeng Kliwon yang diperankan oleh Amanda Manopo dan sederet artis lainnya. (Kolase Poster)

Pemain Kajeng Kliwon

Amanda Manopo

Christ Laurent

Halaman selanjutnya

Vincent Andrianto

...

Ikuti kami di
KOMENTAR
197 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved