14 Seniman Muda STKW Surabaya Gelar Pamer Karya, Angkat Tema Tanah Air Beta

14 seniman muda asal Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya gelar pamer karya bertajuk Tanah Air Beta di Galeri Paviliun HoS Surabaya.

14 Seniman Muda STKW Surabaya Gelar Pamer Karya, Angkat Tema Tanah Air Beta
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Pengunjung melihat salah satu karya seniman dalam pameran Tanah Air Beta yang digelar di Galeri Paviliun, House of Sampoerna Surabaya, Rabu (4/3/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sebanyak 14 seniman muda asal Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya menggelar pamer karya bertajuk Tanah Air Beta di Galeri Paviliun House of Sampoerna.

Sebanyak 25 keramik hasil karya mahasiswa STKW Surabaya dipajang di Galeri Paviliun mulai tanggal 6 hingga 27 Maret 2020 mendatang.

Tema Tanah Air Beta, diambil karena setiap hari seniman muda asal STKW selalu bergulat dengan tanah, air, dan dirinya sendiri.

"Tanah itu diambil karena karya yang kami buat berasal dari tanah liat, Air juga salah satu media yang kami gunakan untuk pemersatu tanah. Sementara Beta, menggambarkan sosok seniman itu sendiri," jelas Muhammad Tafrychan salah satu seniman dalam pameran Tanah Air Beta.

Kacamata Tutup Botol Karya Ajeng Nurillah Melenggang ke New York Fashion Week

Persiapan pameran ini dibuat sendiri oleh mahasiswa STKW, selama enam bulan lamanya, termasuk penentuan tema.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran Tanah Air Beta, tak berpatok pada syarat khusus dan lebih membebaskan seniman ingin memamerkan karya seperti apa.

Muhammad Tafrychan kemudian menunjuk salah satu karya yang terpajang di Galeri Pavilium House of Sampoerna, yang disebut menggambarkan tentang tanah kelahiran sang seniman.

Bahan dasar tanah yang digunakan seniman muda asal STKW ini, kebanyakan berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti, Madura, Malang, dan Riau.

Tanah-tanah itu dipilih lantaran memiki tekstur yang lebih bagus daripada yang lainnya.

"Jadi di dalam membuat keramik itu ada lima teknik yang digunakan di antaranya, pilin, pinching, putar, slab, dan tuang. Nah, tanah-tanah tersebut sangat baik digunakan untuk kelima teknik itu," terang pria yang akrab disapa Aan itu.

Melalui pameran Tanah Air Beta, seniman muda asal STKW ingin agar masyarakat tahu bahwa membuat seni itu bisa dari apa saja, termasuk tanah.

Ajeng Nurillah Pilih Tutup Botol Plastik untuk Bahan Pembuat Kacamata Fashion

Terlebih ketika masyarakat mengerti cara pengolahan bahan tersebut, maka akan menjadi sesuatu hal yang baru dan lebih berguna.

Selain itu, para seniman juga berharap agar masyarakat bisa tahu bahwa perkembangan seni keramik saat ini memiliki potensi sangat besar dan berkelanjutan.

Rani Anggraini, selaku Manager House of Sampoerna memberikan apresiasi pada gelaran yang dilakukan oleh mahasiswa STKW Surabaya.

"Melalui pameran ini, semoga teman-teman mahasiswa STKW bisa menginspirasi generasi muda untuk menjelajahi dan mendalami jenis-jenis seni rupa. Juga diharapkaj dapat menjadi ajang pertemuan dan diskusi para pelaku dan pencinta seni, khususnya ketamik," kata Rani Anggraini.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved