Rano Indera Sisipkan Pesan Tentang Kehidupan Sosial Lewat 3 Karyanya

Rano Indera, alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, turut memamerkan tiga karyanya dalam pameran keramik bertajuk Tanah Air Beta.

Rano Indera Sisipkan Pesan Tentang Kehidupan Sosial Lewat 3 Karyanya
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Satu di antara tiga karya Rano Indera yang dipamerkan di pameran Tanah Air Beta di Graha Paviliun House of Sampoerna. Karya berjudul Menu Hari Ini mengangkat tentang biasnya kebutuhan manusia dewasa ini. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Rano Indera, alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, turut memamerkan tiga karyanya dalam pameran keramik bertajuk Tanah Air Beta di Galeri Paviliun, House of Sampoerna yang digelar pada tanggal 6 hingga 27 Maret 2020.

Ketiga karya itu di antaranya diberi judul, Cepuk, Buku, dan Menu Hari Ini, yang memiliki benang merah yakni isu sosial terkini.

Karya pertama yang dijelaskan Rano pada SURYA.co.id adalah berjudul Cepuk yang selesai dikerjakan pada 2019 lalu. Berwujud dua buah wadah berisi air dan memiliki ukuran berbeda, besar dan kecil.

14 Seniman Muda STKW Surabaya Gelar Pamer Karya, Angkat Tema Tanah Air Beta

Cepuk terinspirasi dari unen-unen atau peribahasa dari Mpu Joyoboyo yang menyebutkan bahwa, "sesuk bakal ono jamane kebo nusu gudel". Artinya, "besok akan ada masa kerbau menyusu ke anaknya".

"Semua orang tentu familiar dengan peribahasa ini. Di mana 'kerbau' disepakati sebagai orang tua dan 'gudel' adalah anak muda. Pada zaman sekarang ini, banyak sekali orang tua yang justru mendapat pelajaran dari anak muda," terang Rano.

Karya Rano memperlihatkan wadah kecil tengah menuangkan air ke dalam wadah besar yang juga berisi air. Kemudian, dari penuangan air pada wadah yang penuh itu terjadi sebuah cipratan atau luapan.

Menurut Rano, hal ini kerap terjadi pada kehidupan sehari-hari. Ketika anak muda memberikan pelajaran pada orang tua, yang notabene telah memiliki ilmu, akan terjadi pergesekan.

Karya kedua yang diperkenalkan Rano berjudul Menu Hari Ini, bercerita tentang biasnya kebutuhan manusia di zaman ini. Baik primer maupun sekunder, semuanya tercampur dan tak dapat dipilah.

"Apa sih sejatinya yang dibutuhkan manusia? Dari data dan riset yang saya ketahui, saat ini manusia lebih membutuhkan uang atau nilai tukar," ungkapnya.

Maka, Rano membuat karya yang berbentuk seperti mangkuk. Berisi uang kertas dan banyak koin tercecer di samping mangkuk tersebut.

"Mangkuk digambarkan sebagai tempat untuk makan, sementara isinya saya beri uang yang apabila diartikan, menu keseharian manusia atau topik yang selalu mereka lahap setiap hari adalah perihal uang," tambahnya.

Desainer Listya Dyah Rahayu Terinspirasi Garis Bangunan untuk Moslem Fashion Style 2020

Baik karya Menu Hari Ini maupun Buku, semuanya dibuat pada awal 2020 oleh Rano. Pembuatannya pun tak membutuhkan waktu lama, kurang lebih sekitar tiga hingga empat minggu.

Sama seperti dua karya lainnya, Buku juga membawa pesan mengenai isu sosial terkini.

Melalui Buku, Rano ingin menyampaikan bahwa saat ini, ilmu pengetahuan yang seharusnya bisa dirasakan secara merata oleh manusia, hanya didapat oleh kaum tertentu.

"Karya Buku ini sebenarnya punya kepanjangan yakni, bukan untuk kalangan umum. Artinya, sebuah ilmu ataupun informasi yang seharusnya untuk umun, kini hanya dikuasai dan didapat oleh kalangan tertentu," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved