Cordlife Ajak Masyarakat Mendukung Potensi Anak Down Syndrome dalam 4th Trisomy Awareness Bash 2020

Cordlife mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendukung pengembangan potensi anak down syndrome.

Cordlife Ajak Masyarakat Mendukung Potensi Anak Down Syndrome dalam 4th Trisomy Awareness Bash 2020
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Vanessa, satu di antara anak mengidap down syndrome melayani pengunjung di RSIA MERR Surabaya. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - PT Cordlife Persada mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendukung pengembangan potensi anak down syndrome dalam acara 4th Trisomy Awareness Bash 2020 yang digelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) MERR Surabaya.

Bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya (HKFM), serta didukung oleh Trisomy 18/13 Indonesia Parent Support (TIPS) juga RSIA MERR, Cordlife mengadakan kegiatan bertemakan Aku Ada Aku Bisa.

Kegiatan itu mengajak anak-anak down syndrome untuk terjun secara langsung ke lapangan dan melakukan interaksi dengan masyarakat.

Talitha Andini Prameswari, Product Marketing Manager PT Cordlife Persada mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness akan Trisomy, khususnya Trisomy 21 yang lebih dikenal dengan sebutan Down Syndrome.

Menganut Tren Slow Fashion, TRIPLE Jeans Konsisten Menjaga Kualitas Produk

"Kegiatan ini juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa anak-anak Down Syndrome juga bisa melakukan kegiatan seperti anak-anak pada umumnya. Dengan membebaskan mereka berkegiatan seperti ini, juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak-anak," terang Talitha Andini Prameswari.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut adalah menjalani magang selama 60 menit di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) MERR Surabaya di bagian pelayanan.

Kegiatan ini ternyata juga masuk dalam program kerja tahunan yang dicanangkan oleh RSIA MERR.

Program magang ini dikhusukan untuk mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas dan hanya diberi durasi selama 60 menit dalam sehari.

Tujuannya, supaya anak-anak terbiasa melakukan praktik dan bertemu langsung dengan publik.

RSIA MERR menempatkan anak-anak ini di bagiam pelayanan seperti customer service, pendaftaran, kasir, dan guest door.

Meski awalnya takut mengalami penolakan, program ini ternyata mendapat sambutan baik dari pengunjung RSIA MERR.

Miliki Filosofi Udeng Ksatrian Surya Anagata, Bisa Dijadikan Cikal Bakal Udeng Khas Surabaya

"Mereka (pengunjung) mengaku cukup senang dan puas dengan kinerja yang dilakukan oleh anak-anak ini. Bahkan mereka mendukung porgram ini untuk menambah pengalaman anak-anak," terang Yusdyna Kristanti, selaku Kepala Hubungan Pelanggan dan Pemasaran RSIA MERR.

Yusdyna berharap, melalui program ini masyarakat dapat menerima kehadiran anak dengan down syndrome layaknya anak pada umumnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved