Cynthia Cecilia Akui Kesusahan Mencari Pemodal untuk Kembangkan Jobhun

Menurut Cynthia Cecilia, ekosistem pemodal di Surabaya cenderung lebih mendukung industri seperti properti daripada start up.

SURYA.co.id/Sugiharto
Cynthia Cecilia mengaku kesusahan dalam mencari pemodal bagi start up yang dibangunnya. Itu karena start up masih kurang dipercaya dan dipandang sebelah mata, terutama di Surabaya. 

TRIBUNNEWSWIKI, SurabayaCynthia Cecilia mengaku kesusahan dalam mencari pemodal bagi start up yang dibangunnya.

Itu karena start up masih kurang dipercaya dan dipandang sebelah mata, terutama di Surabaya.

Menurutnya, ekosistem pemodal di Surabaya cenderung lebih mendukung industri seperti properti daripada start up.

Hal ini tentu berbeda seperti yang sudah dilakukan pemodal di kota lain seperti, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

"Pemodal paling dominan berada di Jakarta, tapi karena start up kami dari Surabaya, jadi dipandang sebelah mata dan kurang dipercaya. Sementara di Surabaya, pemodal lebih akan mendukung jenis industri seperti, properti," terangnya.

Kendala itu rupanya tak hanya dirasakan oleh Jobhun, namun juga start up lain di Surabaya.

Jobhun Berawal dari Ide Cynthia Cecilia Membagikan Info Lowongan Kerja di Facebook

Mereka mengaku ekosistem di Surabaya belum baik untuk perkembangan start up, terutama sinkronisasi antara lima pentahelix yakni, pemerintah, pendidikan, start up, komunitas, dan media.

"Meski selama ini pemerintah menyatakan dukungan untuk start up, namun langkah pastinya belum kelihatan. Mereka belum melakukan follow up pada pelaku start up, sebagai langkah lanjutan," ungkapnya.

Selain pemodal, kendala lain yang ditemui Cynthia dalam membangun Jobhun adalah sumber daya manusia.

Namun lagi-lagi, hal itu bersangkutan dengan pemodal.

Menurut Cynthia, para pelaku start up tak berani mengambil SDM yang sudah expert lantaran gaji.

Sehingga mereka memilih mengambil SDM teman-teman fresh graduate yang kadang belum memiliki pengalaman.

Hal itu, lanjut Cynthia, kemudian berdampak pada perkembangan start up.

Cordlife Ajak Masyarakat Mendukung Potensi Anak Down Syndrome dalam 4th Trisomy Awareness Bash 2020

Jika misalnya dikerjakan oleh expert hanya membutuhkan dua hari, kalau teman-teman fresh graduate bisa lebih panjang.

Berbeda dengan start up lain, Jobhun tak mematok hasil untuk segera menjadi besar dan sejajar dengan start up unicorn.

Hingga saat ini, fokus Jobhun hanya bagaimana mereka dikenal dan memberikan impact pada masyarakat.

"Memang, ketika sebuah start up bisa menjadi besar akan lebih mudah memberikan impact, tapi aku pingin Jobhun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya Surabaya," ujarnya.

Cynthia menambahkan, saat ini Jobhun hanya ingin bisa balance.

Maksudnya, dalam segi bisnis masih tetap menguntungkan, namun sisi sosial masih tetap jalan.

Ke depannya, Jobhun ingin melakukan ekspansi ke Jakarta juga seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved