Gelar Embroidery Fest, Persadir Jawa Timur Ajak Milenial Minimalkan Penggunaan Gadget

Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir (Persadir) wilayah Jawa Timur menggelar embroidery fest dalam event The 15th Batik Bordir & Aksesoris Fair 2020.

Gelar Embroidery Fest, Persadir Jawa Timur Ajak Milenial Minimalkan Penggunaan Gadget
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Sekretaris Persadir Jatim, Sisca Sumartono dan Ketua Umum Persadir Jatim, Titik Winarti, melihat hasil karya anggota yang dipamerkan di depan Exhibition Hall Grand City Surabaya, Sabtu (7/3/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir atau Persadir wilayah Jawa Timur menggelar embroidery fest dalam event The 15th Batik Bordir & Aksesoris Fair 2020 di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

Dalam embroidery fest, Persadir mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari usia muda hingga tua untuk mengikuti workshop sulam kolase dengan didampingi anggota Persadir.

"Workshop ini diikuti kurang lebih 120 peserta yang terdiri dari beragam usia. Namun, paling banyak adalah para milenial mulai dari umur 20 tahun ke atas," ungkap Sisca Sumartono selaku Sekretaris Persadir Jawa Timur.

Tema workshop menyulam yang dihadirkan Persadir Jawa Timur kali ini adalah sulam kolase. Ini merupakan teknik menyulam di atas media yang sudah digambar atau dilukis terlebih dahulu.

Untuk memberikan efek timbul, maka peserta diajak menyulam di atas gambar tersebut di beberapa bagian.

Kacamata Tutup Botol Karya Ajeng Nurillah Melenggang ke New York Fashion Week

"Pada workshop ini, kami sengaja tidak menggunakan benang karena cukup sulit prosesnya untuk pemula. Maka sebagai gantinya, kami menggunakan media pita," ujarnya.

Selain untuk pakaian, sulam juga bisa digunakan untuk home decor, hiasan sepatu juga tas.

Tak hanya itu, embroidery fest juga turut membuat mini exhibition bertemakan bangunan heritage di tiap kabupaten atau kota yang tergabung dalam Persadi.

"Dalam mini exhibition terdapat setidaknya 46 karya yang dibuat oleh anggota Persadi. Karena temanya heritage, maka mereka memilih membuat bangunan heritage yang ada di kabupaten atau kota tempat mereka tinggal," terangnya.

46 karya itu menggambarkan bangunan heritage seperti, Pabrik Gula Probolinggo, Pintu Air Jagir, Jembatan Suramadu, Tugu Pahlawan, Hotel Oranye, dan masih banyak lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved