Buku 'A Worthy Race' Jadi Cara Lidyawati MZ Beri Edukasi pada Orangtua Anak Penyandang Autis

"A Worthy Race" merupakan buku yang ditulis oleh Lidyawati MZ mengenai pengalamannya dalam mendidik anak yang menyandang autis.

Buku 'A Worthy Race' Jadi Cara Lidyawati MZ Beri Edukasi pada Orangtua Anak Penyandang Autis
IST
Lidyawati MZ, penulis buku "A Worthy Race" memberikan edukasi tentang pembelajaran aplikatif untuk anak penyandang autis. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Buku berjudul "A Worthy Race" merupakan buku yang ditulis oleh Lidyawati MZ mengenai pengalamannya dalam mendidik anak yang menyandang autis.

Pembelajaran tersebut tentu berbeda dengan yang diajarkan oleh therapist, karena Lidyawati menulis hal itu berdasar pengalaman yang ia rasakan dan lewati bersama anaknya.

"Melalui buku ini, saya berharap agar bisa bermanfaat bagi orangtua yang punya permasalahan sama dengan saya. Juga agar mereka bisa belajar lebih singkat dibanding dari buku lainnya," terangnya saat ditemui di Ibiz Style Jemursari.

Ada empat hal yang disorot oleh Lidyawati dan ia tulis dalam bukunya itu yakni, toilet training, cara mengurus emosi, akademik, dan mengetahui kekuatan anak.

Menurut Lidyawati, Toilet Training menjadi satu poin yang kerap dikeluhkan oleh orangtua anak penyandang autis.

Pembelajaran Aplikatif Lebih Mudah Diterapkan pada Anak Penyandang Autis

Terutama ketika mereka ada di tempat umum.

Maka, Lidyawati kadang melakukan home visit untuk mengajarkan secara langsung pada orangtua mengenai Toilet Training.

Dalam seminar yang digelar Forum Komunikasi (Forkasi) Orang Tua Anak Spesial Indonesia Chapter Surabaya, Lidyawati juga memberikan pembelajaran tentang toilet training.

"Ada dua pembelajaran toilet training yang oerlu kita ajarkan. Pertama saat di dalam rumah, kedua ketika di luar rumah," jelasnya.

Di dalam rumah, orangtua harus membiasakan berkomunikasi dengan anak lewat simbol atau playcard, apabila anak mereka tergolong non-berbal, yang disepakati sebagai penanda toilet.

Terima Delegasi Life Science and Health, National Hospital Pelajari Sistem Kesehatan Belanda

"Baiknya, playcard itu ditempel di dinding kamar dekat kasur, pintu masuk, pintu kamar mandi, atau tempat-tempat yang biasa dilewati anak," tambahnya.

Kemudian, saat berada di luar ruangan, pastikan anak-anak telah belajar cara buang air yang benar.

"Permalasahan yang sering muncul saat orangtua ingin mengajak anak jalan-jalan adalah buang air besar. Kalau misalnya anak kita perempuan, ibu masih bisa mengajak, tapi kalau laki-laki? Nah, ini yang susah, karena ibu nggak mungkin membawa anak laki-laki ke toilet perempuan. Maka anak harus terlebih dahulu diajari cara buang air yang benar, juga terbiasa melakukan itu sendiri," jelasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved