Pembelajaran Aplikatif Lebih Mudah Diterapkan pada Anak Penyandang Autis

Sistem pembelajaran yang aplikatif disebut Rosita Simin selaku Ketua Forkasi Orang Tua Anak Spesial Indonesia Chapter Surabaya, lebih efektif.

Pembelajaran Aplikatif Lebih Mudah Diterapkan pada Anak Penyandang Autis
IST
Lidyawati MZ, penulis buku "A Worthy Race" memberikan edukasi tentang pembelajaran aplikatif untuk anak penyandang autis. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sistem pembelajaran yang aplikatif disebut Rosita Simin selaku Ketua Forum Komunikasi (Forkasi) Orang Tua Anak Spesial Indonesia Chapter Surabaya, lebih efektif dan mudah diterapkan.

Rosita merasa, selama ini cara-cara yang disampaikan oleh para ahli, kurang aplikatif sehingga lumayan susah jika harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, melalui Seminar Lintas Negara yang diadakan di Ibiz Style Jemursari, Rosita ingin memberikan edukasi pada orang tua anak spesial, khususnya anak autis, mengenai cara mendidik dan membesarkan anak-anak spesial tersebut.

4 Club Urban Athletes Akan Tutup Sementara untuk Sanitization Day

Dalam acara tersebut, Rosita mengundang penulis buku "A Worthy Race" asal Singapura, Lidyawati MZ yang juga merupakan orangtua dari anak penyandang autis.

"Nah, karena mbak Lidyawati ini juga merupakan orangtua dari anak penyandang autis, maka dia memberikan tips dan trik yang cukup aplikatif, sehingga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari," terangnya saat ditemui di Ibiz Style Jemursari.

Rosita melihat, selama ini anak yang menyandang autis kerap dibawa ke therapist center oleh orangtuanya.

Bukan tidak baik, lanjut Rosita, hanya saja orangtua tidak bisa melihat perkembangan sang anak secara langsung saat diajarkan sesuatu.

"Kebanyakan, orangtua memercayakan sepenuhnya sang anak pada therapist, tapi di rumah tidak dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain. Sehingga membuat anak jadi tidak ada" perkembangan atau stagnan," jelasnya.

Waktu berinteraksi dengan anak kadang dilewatkan oleh para orangtua untuk kembali memberi pelajaran-pelajaran dasar pada sang anak. Padahal, waktu yang dimiliki di rumah lebih banyak dari di tempat terapi.

Hal ini kemudian membuat perkembangan anak penyandang autis menjadi lebih lambat.

Seni Decoupage Bantu Lansia Lawan Pikun

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved