Seni Decoupage Bantu Lansia Lawan Pikun

Anna Julia, Decoupage Teacher yang menggelar workshop dan exhibition di Ciputra World menuturkan, seni decoupage bisa bantu lansia lawan pikun.

Seni Decoupage Bantu Lansia Lawan Pikun
SURYA.co.id/Sugiharto
Sejumlah peserta memperagakan workshop menghias keramik di Ciputra World Surabaya. Workshop tersebut berlangsung meriah dan cukup diminati terutama oleh kaum perempuan. 

TRIBUNENWSWIKI, Surabaya - Anna Julia, Decoupage Teacher yang menggelar workshop dan exhibition di Rotunda Ciputra World Surabaya menuturkan, seni decoupage bisa bantu lansia lawan pikun.

Hal itu lantaran untuk membuat seni ini dibutuhkan ketelatenan tingkat tinggi meski tampak mudah.

"Untuk workshop seni decoupage sebenarnya banyak diikuti oleh usia 20 tahun ke atas. Namun, yang belajar decoupage ke saya memang lebih banyak yang berusia 40 tahun ke atas. Selain karena seni ini lebih mudah dari lukis, juga karena memerlukan ketelatenan ekstra," ujar Anna Julia, Sabtu (14/3/2020).

Bagi Anna, membuat seni decoupage, khususnya pada porselen, tidak membutuhkan teknik khusus.

Peserta hanya perlu menggunting stiker yang terbuat dari kertas khusus, kemudian memasukkan ke dalam air, dan menempelkannya pada objek porselen.

Terima Delegasi Life Science and Health, National Hospital Pelajari Sistem Kesehatan Belanda

"Nah, proses pengguntingan stiker dan penempelan pada objek inilah yang membutuhkan ketelatenan. Kadang gambar stiker yang dimiliki peserta sama, tapi setelah ditempel jadinya berbeda. Ada yang rapi juga melenceng. Semuanya tergantung tiap individu," terangnya.

Anna menuturkan, kertas khusus yang digunakan untuk seni decoupage diimpor langsung dari Eropa. Hal itulah yang membuat seni decoupage ini sedikit lebih mahal.

Selain itu, bahan porselen juga proses pembakaran turut memengaruhi harga kesenian itu.

"Kalau di kelas saya, porselen yang digunakan tentu dari bahan paling baik dan beda dari souvenir kebanyakan. Juga, untuk proses pembakaran, memerlukan tungku khusus yang bisa tahan untuk panas seribu derajat celcius," jelasnya.

Pada gelaran workshop yang dibimbing langsung oleh Anna, diikuti oleh puluhan peserta yang dibagi dalam dua sesi. Pertama pada pukul 13.00 WIB dan kedua pukul 15.00 WIB.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved