Ulfa Mumtaza Fokus Angkat Batik Karesidenan Madiun untuk Misi Pelestarian Kain Wastra Nusantara

Saat ini, Ulfa Mumtaza secara khusus lebih sering mengolah dan memadukan Batik Karesidenan Madiun dengan bahan-bahan lainnya.

Ulfa Mumtaza Fokus Angkat Batik Karesidenan Madiun untuk Misi Pelestarian Kain Wastra Nusantara
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Sejak awal terjun di dunia fashion design, Ulfa Mumtaza telah menggunakan kain wastra nusantara sebagai bahan utama busana yang ia buat. Namun, sejak gabung di PERSANA, Ulfa fokus untuk mengangakat Batik Karesidenan Madiun. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sejak awal Ulfa terjun di dunia fashion, ia sudah fokus memanfaatan kain batik untuk kemudian dijadikan busana. Namun, di awal karier istri dari Sumartono itu mengaplikasikan batik dari seluruh nusantara.

“Nah, saat bergabung dengan PERSANA ini, akhirnya saya hanya fokus pada batik-batik di Jawa Timur, karena memang dinaungi oleh Dinas Provinsi Jatim, jadi harus mengangkat batik daerah,” ujarnya.

Saat ini, Ulfa Mumtaza secara khusus lebih sering mengolah dan memadukan Batik Karesidenan Madiun dengan bahan-bahan lainnya.

Ulfa merasa beberapa batik dari Karesidenan Madiun ada yang belum diketahui oleh masyarakat, sehingga ini sudah menjadi tugasnya untuk mengenalkan batik tersebut.

Gemar Jahit Kain Perca Jadi Baju, Ulfa Mumtaza Sukses Raih Cita-cita sebagai Fashion Designer

Menurut Ulfa, Batik Karesidenan Madiun yang sedang mendapat perhatian darinya yakni, Batik Kampung Pesilat, Batik Pecelan, dan Sejuta Bunga yang berasal dari Kabupaten dan Kota Madiun.

Ulfa menyadari, di daerah asalnya sangat kurang sekali upaya yang dilakukan anak-anak muda, khususnya untuk melestarikan batik dan kain wastra nusantara.

Sebagai pelaku di dunia fashion design, Ulfa kemudian turut mengambil bagian dalam langkah melestarikan batik dan kain wastra nusantara. Salah satu caranya adalah mengangkat kain batik sebagai bahan untuk memuat busana.

Ulfa Mumtaza Sulap Batik Madura Jadi Gaun Pengantin

“Di Karesidenan Madiun, Batik Magetan ini kurang dieksplor sehingga tidak terlalu banyak masyarakat yang mengenal. Maka tugas saya sebagai seorang fashion designer, tentu membuat batik itu agar tampak lebih indah lagi,” jelasnya.

Ulfa mengaku, beberapa waktu lalu dirinya diajak oleh Bupati Magetan untuk menghidupkan kampung batik di daerah tersebut.

Tawaran tersebut dijadikan Ulfa sebagai penghargaan, bukan tantangan. Ia merasa dipercaya oleh pemerintah daerah dan diberi apresiasi karena karya-karyanya sebagai warga Magetan

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved