Anwari Tak Menuntut Penonton Memberi Pemaknaan yang Sama pada Pementasannya

Anwari tak menuntut penonton untuk memiliki pemaknaan yang sama pada pesan yang coba ia sampaikan lewat pementasan.

Anwari Tak Menuntut Penonton Memberi Pemaknaan yang Sama pada Pementasannya
IST
Anwari bekerja sama dengan Kaki Langit Art Production memberikan pelatihan tentang penyutradaraan dan keaktoran. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Anwari tak menuntut penonton untuk memiliki pemaknaan yang sama pada pesan yang coba ia sampaikan lewat pementasan. Menurutnya, hal itu bergantung pada cara orang memaknai sesuatu.

"Pemaknaan tercipta berdasar pada pengalaman seseorang akan suatu hal. Misal, ketika saya menaruh satu gelas kemudian diberi lampu merah, kuning, dan hijau. Bagi saya, itu bermakna kapitalis. Namun, bagi orang lain bisa bermakna lain seperti, traffic light," paparnya.

Memang, dalam setiap pementasan, Anwari selalu menyelipkan pesan lewat cerita yang diangkat maupun gerak-gerik aktor.

Namun Anwari tak berusaha menuntut penonton agar satu pemikiran. Ia membiarkan penonton memaknai hal itu dengan pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalui.

Selain penonton, pria kelahiran tahun 1992 itu juga membiarkan para aktor untuk mengartikan peran mereka masing-masing. Hal itu dilkukan supaya para aktor lebih mendalami peran.

Anwari melakukan kolaborasi karya bersama Kaki Langit Art Production membuat sebuah pementasan berjudul "Absurditas di Tengah Kota".

Absurditas di Tengah Kota Kisahkan Tentang Kekonyolan Masyarakat

Absurditas di Tengah Kota menceritakan tentang kekonyolan yang ada di dalam masyarakat. Juga perilaku masyarakat yang kerap mengurusi kepentingan orang lain.

"Pementasan ini mencoba mengajak penonton untuk merefleksikan diri, bahwa mengurus diri sendiri itu lebih penting dari orang lain," terang Anwari, Sutradara Pementasan Absurditas di Dalam Kota.

Anwari mencontohkan, ketika masyarakat ramai kampanye tentang korupsi.

"Padahal, kita nggak tahu kalau sebenarnya juga melakukan korupsi meski bukan uang," imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved