Ulfa Mumtaza

Menjadi seorang fashion desainer bukan hanya angan belaka bagi Ulfa Mumtaza. Sebab, sejak masih duduk di bangku SD, ia terbiasa membuat baju.

Ulfa Mumtaza
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ulfa Mumtaza berfoto di depan booth yang ia buka saat Grand Launching PERSANA yang digelar di Grand City Surabaya beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Menjadi seorang fashion desainer kenamaan bukan hanya angan-angan belaka bagi Ulfa Mumtaza.

Sebab, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia telah terbiasa menjahit kain perca untuk dijadikan baju.

Kegemaran yang dilakukan Ulfa itu kemudian mampu mengantarkan Ulfa menjadi dirinya saat ini.

Meski begitu, Ulfa mengaku baru bisa mewujudkan mimpinya dan serius di dunia fashion design ketika ia sudah menikah, sekitar tahun 2010. Bahkan ia juga membuka sebuah butik di Madiun.

Butik tak menjadi satu-satunya tujuan dalam hidup Ulfa.

Ibu empat orang anak itu masih merasa belum puas dengan hasil karyanya, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah desain di Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budiharjo Surabaya.

Nabilla Mustikaning Tyas

Sejak awal terjun di dunia fashion design, Ulfa Mumtaza telah menggunakan kain wastra nusantara sebagai bahan utama busana yang ia buat. Namun, sejak gabung di PERSANA, Ulfa fokus untuk mengangakat Batik Karesidenan Madiun.
Sejak awal terjun di dunia fashion design, Ulfa Mumtaza telah menggunakan kain wastra nusantara sebagai bahan utama busana yang ia buat. Namun, sejak gabung di PERSANA, Ulfa fokus untuk mengangakat Batik Karesidenan Madiun. (SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Di sekolah itu, Ulfa mendapat banyak sekali ilmu yang sebelumnya tidak ia ketahui seperti, pola, motif, dan masih banyak lagi.

Setelah Ulfa mendapat ilmu dan mengaplikasikan pada hasil karyanya, ia kemudian terpikir untuk hijrah ke Surabaya. Ia beralasan tidak akan cepat berkembang karena tak memiliki banyak teman desainer sebagai referensi di Madiun.

Maka, Ulfa memutuskan untuk bergabung dengan banyak perkumpulan di antaranya, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Perkumpulan Pengusaha Busana (PERSANA).

Untuk tergabung dengan dua komunitas besar itu, Ulfa mengaku berawal dari seringnya ia melakukan show di Surabaya dan bertemu dengan desainer lain.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved