Orangtua Tak Perlu Panik Saat Anak Memasuki Masa Pubertas

Bonny Dewayanti menyampaikan, orangtua hanya perlu belajar dan mempersiapkan perubahan itu sejak jauh hari.

Orangtua Tak Perlu Panik Saat Anak Memasuki Masa Pubertas
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Bonny Dewayanti tak pernah memaksa sang anak, M Aden Hadi, harus menjadi seperti yang ia inginkan. Ibu lima anak itu hanya mengarahkan dan mendukung apa yang menjadi kesenangan dan keahlian sang anak secara disiplin. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Pubertas merupakan masa baru di mana seorang anak menuju gerbang kedewasaan. Mereka akan mulai memperhatikan penampilan, memiliki perasaan pada lawan jenis, hingga muncul hal-hal naluriah.

Apabila anak tengah berada pada fase tersebut, orangtua tidak perlu merasa panik, terutama jika mereka memiliki anak dengan autis.

Bonny Dewayanti menyampaikan, orangtua hanya perlu belajar dan mempersiapkan perubahan itu sejak jauh hari. Menurutnya, belajar bisa lewat apa saja dan dari mana saja.

Ibu lima orang anak itu mengaku selalu belajar dari banyak hal mulai dari internet, terapis, juga buku. Paling penting adalah sering berkunjung ke rumah orangtua lain yang anaknya telah melewati masa yang sama.

"Kadang orangtua merasa kalau berlajar itu harus lewat terapis atau buku dari penulis terkenal. Padahal, menurut saya yang paling efektif adalah belajar dengan orang yang sudah pernah melewati fase tersebut," tutur Bonny pada Tribunnewswiki.

Bonny Dewanyanti Sempat Khawatir saat Sang Anak Masuki Masa Puber

Bonny mengaku, lebih sering berkunjung ke rumah orangtua sesama anak penyandang autis. Karena menurutnya, pelajaran dari mereka lebih bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari daripada

Selain itu, Bonny menyarankan agar orangtua bisa lebih bersiap satu atau dua tahun sebelumnya supaya tidak panik saat anak akan melewati fase baru.

Itu juga tak kalah penting. Karena jika dilakukan secara mendadak dan tanpa persiapan, yang ada orangtua hanya akan panik.

"Saya sedikit mengajarkan pubertas pada Aden sejak dia masih kecil. Sekarang saya sudah tinggal memetik hasilnya, meski tetap masih menuntunnya di beberapa poin," imbuhnya.

Menjadi orangtua dari anak penyandang autis membuat Bonny yakin bahwa dia mendapat kepercayaan berlebih dari Tuhan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved