Tanggapan Deddy Mizwar Tentang Stigma Negatif Sinetron Indonesia, 'Kayak Ikan Paus'

Menurut Deddy Mizwar, industri televisi saat ini kurang selektif dalam memilih konten, sehingga memengaruhi kualitas sinetron.

Tanggapan Deddy Mizwar Tentang Stigma Negatif Sinetron Indonesia, 'Kayak Ikan Paus'
IST
Salah satu potongan adegan dalam sinetron Ramadan Para Pencari Tuhan Jilid 13. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sebagai pelaku di dunia seni peran Indonesia, Deddy Mizwar tak menampik adanya stigma negatif di kalangan masyarakat tentang sinetron.

Menurut Deddy Mizwar, industri televisi saat ini kurang selektif dalam memilih konten. 

Selain itu, proses produksi sinetron yang dilkukan secara kejar tayang, juga memengaruhi kualitas.

"Kebutuhuan industri televisi kayak ikan paus, makan apa aja dia. Ada sinetron yang syuting setiap hari kejar tayang jadinya," ujar Deddy dalam telekonferensi bersama awak media.

Bagi Deddy, agar produksi sebuah sinetron tetap mendapat nilai yang positif, tetap harus dikelola dengan baik.

Deddy Mizwar: Penggemar Baru Tetap Bisa Ikuti Jalan Cerita Para Pencari Tuhan Jilid 13

Sistem kejar tayang, lanjut Deddy, tak akan mengubah stigma sinetron di masyarakat. Karena sistem tersebut akan membuat seluruh elemen dalm sinetron tak dapat bekerja secada optimal.

"Kejar tayang yang membuat cerita nggak jadi bagus, karena pemain dan seluruh crew nghak bekerja secara optimal," terang Deddy Mizwar.

"Jadi itu banyak sinetron kejar tayang tapi nggak akan mengubah stigma sinetron Indonesia, karena polanya seperti itu. Kondisi seperti itu nggak akan merubah stigma sinetron," lanjutnya.

Saat ini sinetron Indonesia selalu mendapat stigma negatif lantaran dianggap tak memberikan edukasi kepada penontonnya. Beberapa adegan dalam sinetron dianggap tak baik untuk disaksikan di televisi.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved