Hadisatul Ahadiyah

Hadisatul Ahadiyah mendapat ide untuk memproduksi teh rosella setelah sang anak mengalami batuk dan tak kunjung sembuh hingga satu bulan lamanya.

Hadisatul Ahadiyah
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Selain olahan teh rosella, Hadisatul Ahadiyah juga memproduksi macaroni yang terbuat dari gandum. Sama seperti minuman, saat memproduksi snack, Hadisatul Ahadiyah juga ingin yang berbahan menyehatkan. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sebagai seorang ibu, Hadisatul Ahadiyah akan melakukan apapun demi sang buah hati, terlebih ketika mereka sakit.

Icha, sapaan akrab Hadisatul Ahadiyah, mendapat ide untuk memproduksi teh rosella setelah sang anak mengalami batuk dan tak kunjung sembuh hingga satu bulan lamanya. Terakhir, ia sampai dirujuk agar memeriksakan sang anak pada spesialis paru.

Icha bercerita, saat membawa sang anak ke spesialis paru, ia sempat bertemu dengan seorang pria yang kemudian menganjurkan ibu dua anak itu membuat olahan daun rosella.

Menurut pria yang tak sengaja bertemu dengan Icha, daun rosella manjur untuk mengobati batuk yang diderita oleh sang anak. Lantaran dalam daun rosella terkandung banyak antioksidan, juga mampu meningkatkan kecerdasan otak.

Jatuh Bangun Hadisatul Ahadiyah Kenalkan Produk Teh Rosella Buatannya pada Masyarakat

Mengetahui hal itu, Icha langsung mencari bunga rosella di pasar. Ia meramu bunga rosella dengan rempah lain seperti kapulaga dan kayu manis untuk mengurangi rasa asam. Syukur, kondisi sang anak berangsur membaik setelah beberapa kali percobaan.

Satu bulan setelah mengonsumsi teh rosella buatan sendiri, batuk yang diderita anak Icha berangsur membaik dan hilang.

Berawal dari sakit yang diderita sang anak, perempuan asli Palembang itu terpikir membuat olahan rosella untuk diperjual belikan. Mulanya, Icha mengalami banyak penolakan lantaran rosella diketahui memiliki rasa yang asam sehingga tak disukai banyak orang. Namun, ia tetap percaya diri bahwa teh rosella buatannya beda dari yang lain dan tak terasa masam.

Satu minggu setelah Icha membuat stiker dengan modal nekat, ia mendapat undangan dari Dinas Pertanian untuk mengisi booth dalam bazaar yang digelar di halaman Balai Kota Surabaya.

Bahkan, Icha masih ingat saat gelaran bazar itu, ia membawa kurang lebih 50 botol teh rosella untuk dikenalkan sekaligus dijual pada masyarakat.

Orang pertama yang diminta Icha mencoba teh rosella buatannya dalam bazaar itu adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Sama seperti orang lainnya, Risma waktu itu juga sempat menolak teh rosella buatan Icha dengan alasan rasanya yang asam. Namun, Icha tak gentar untuk meminta Risma mencoba.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved