Rintan Putri

Awal mengembangkan bisnis jasa merangkai bunga secara serius, Rintan Nur Indah Sari Anwar Putri sempat ditentang oleh kedua orangtuanya.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
BUCKET BUNGA - Rintan Nur Indah Sari Anwar Putri menunjukkan bucket bunga karyanya di kawasan Karah Surabaya, Kamis (16/4/2020). Karya yang dilakukan selama dalam masa Work from home' (WFH) ini tetap bisa dipesan dan diantar melalui jasa pengiriman. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Awal memutuskan mulai mengembangkan bisnis jasa merangkai bunga secara serius, Rintan Nur Indah Sari Anwar Putri sempat ditentang oleh kedua orangtuanya.

Karena waktu itu Rintan baru saja menyelesaikan pendidikan magister hukum yang ia ambil di Universitas Airlangga Surabaya. Hanya tinggal mengucap sumpah dan magang di perusahaan.

Namun, saat itu Rintan merasa lebih memilih mengembangkan jasa merangkai bunga miliknya.

Rintan telah membangun bisnis jasa rangkai bunga sejak 2016 lalu. Kala itu, di kampusnya sedang musim bucket bunga dan snack untuk memyambut teman-teman yang wisuda.

Ternyata, bisnis iseng itu berbuah manis. Rintan mendapat pundi-pundi yang menjanjikan dari hasil merangkai bunga untuk wisuda itu. Bahkan, Rintan sempat merasa salah sekolah karena seakan menemukan passion di dunia florist.

Hadisatul Ahadiyah

Rintan merasakan, menjadi seorang florist lebih menghasilkan daripada ia mengikuti background pendidikannya.

Tak melulu berbicara soal hasil, Rintan melihat dengan mengembangkan bisnis florist tersebut, ia turut membantu para perani bunga. Khususnya di Jawa Timur.

Rata-rata, Rintan mendapat pasokan bunga dari petani yang ada di Jawa Timur. Bahkan, perempuan kelahiran 14 Juni 1995 ini mengaku hasil bunga di Batu dan Malang lebih bagus daripada di tempat lainnya.

Tak hanya bunga asli, Rintan juga biasa merangkai bunga kering yang didapat dari Cina. Namun untuk saat ini produksi rangkaian bunga kering sedang mandek lantaran pasokan dari Cina memang sedang krisis.

Tak melulu berbicara soal hasil, Rintan melihat dengan mengembangkan bisnis florist tersebut, ia turut membantu para petani bunga. Khususnya di Jawa Timur. Rata-rata, Rintan mendapat pasokan bunga dari petani yang ada di Batu dan Malang.
Tak melulu berbicara soal hasil, Rintan melihat dengan mengembangkan bisnis florist tersebut, ia turut membantu para petani bunga. Khususnya di Jawa Timur. Rata-rata, Rintan mendapat pasokan bunga dari petani yang ada di Batu dan Malang. (SURYA.co.id/Habibur Rohman)

Sebelum memiliki tempat workshop seperti saat ini, Tanflorenza, usaha jasa rangkai bunga yang dijalankan Rintan awalnya berjalan secara online.

Saat memulai usaha jasa rangkai bunga itu, Rintan hanya belajar secara otodidak melalui YouTube. Di YouTube, Rintan banyak mengikuti banyak akun untuk dijadikan inspirasinya dalam merangkai bunga. Hal itu tentu juga memengaruhi jenis atau bentuk rangkaian bunganya.

Selain itu, Rintan juga mengeluarkan banyak produk karena ia tak mau ketinggalan tren bunga seperi di luar negeri. Saat ini, Indonesia tengah gandrung dengan rangkaian bunga seperti di Korea yang menghadirkan warna kalem di antaranya, putih, krem, dan merah muda.

Cynthia Cecilia

Valerie Utomo

Sebelum Rintan benar-benar terjun di dunia florist, ia masih sempat terpikir untuk merasakan pekerjaan di bidang hukum yang menjadi background pendidikannya.

Hal itu karena Rintan merasa prospek bekerja di dunia hukum memang bagus. Namun, tetap memdatangkan risiko besar, apalagi bagi perempuan.

Sebelumnya, Rintan sempat bekerja di suatu bank di Surabaya. Saat itu, ia telah menyelesikan pendidikan magisternya.

Namun, meski ia merupakan lulusan magister, gaji yang diterima pun tak beda dengan lulusan sarjana pada umumnya.

Begitu Rintan terjun di dunia florist, ia baru menyadari bahwa bunga yang selama ini anggap biasa, sebenarnya kalau dimaknai dan tahu artinya satu per satu itu indah.

Menurut Rintan, prospek menjadi seorang florist bisa lebih bagus, apalagi kalau bisa mengelola dengan baik, hasilnya bisa jauh lebih besar.

Hal itu pun baru dirasakan Rintan ketika ia melanjutkan sekolah khusus merangkai bunga di Jakarta pada 2019 lalu.

Saat masa sekolah, Rintan menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko bunga yang ada di sana.

Ikuti kami di
KOMENTAR
283 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved