Akademi Sahur Indonesia Indosiar Gelar Kompetisi Pemilihan Ustaz dan Ustazah Secara Virtual

Tahun ini, Aksi Indosiar sengaja mengambil tajuk #BerAksiDiRumahSaja, lantaran mengikuti anjuran pemerintah untuk ikut menekan lonjakan virus Corona.

Akademi Sahur Indonesia Indosiar Gelar Kompetisi Pemilihan Ustaz dan Ustazah Secara Virtual
IST
Akademi Sahur Indonesia atau Aksi Indosiar, mengambil tajuk #BerAksiDiRumahSaja untuk tayangan season ini, lantaran mengikuti anjuran pemerintah untuk ikut menekan lonjakan virus Corona. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Ada yang berbeda dari beberapa program ramadan pada tahun ini. Hampir seluruh program live ditayangkan tanpa penonton dan dengan personel seminim mungkin.

Hal itu pun dilakukan Indosiar dalam salah satu programnya yakni, Akademi Sahur Indonesia atau Aksi yang biasa menemani penonton saat makan sahur.

Tahun ini, Aksi Indosiar sengaja mengambil tajuk #BerAksiDiRumahSaja, lantaran mengikuti anjuran pemerintah untuk ikut menekan lonjakan virus Corona.

Pada tahun ini pula, Aksi Indosiar digelar secara virtual, di mana hanya ada enam pengisi acara di studio, sementara peserta melakukan dakwah di rumah saja.

Enam pengisi acara itu tiga host dan tiga juri di antaranya, Ramzi, Abdel, dan Lesti DA. Sementara tiga juri lainnya adalah, Ustaz Solmed, Ustaz Subki Al Bughury, Ustaz Taufiquurachman.

Java Paragon Hotel Tawarkan Banyak Keuntungan dalam Promo Work From Hotel dan Apartemen

Tak hanya sistem tampilan yang berbeda, pada tahun ini peserta yang mengikuti Aksi Indosiar diambil dari seluruh pemenang dari season sebelumnya.

Dengan tampilan baru ini, tentu ada saja kesulitan baik secara teknis maupun non-tekni yang dialami pengisi acara hingga peserta.

Ustaz Subki, salah satu juri Aksi Indosiar 2020 mengaku, harusnya peserra yang mengalami kesulitan paling besar. Karena mereka lebih mengalami tekanan saat syuting sendiri di rumah.

Meski begitu, ia melanjutkan, peserta Aksi Indosiar tahun ini lebih beruntung, karena sudah pernah merasakan suasana studio dalam kompetisi sebelumnya.

Ditanya mengenai sistem penjurian, Ustaz Subki mengatakan tak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Terpenting, dalam dunia tabligh, peserta harus bisa mengemas dalil dalam satu ceramah singkat yang bisa memberikan pencerahan bagi yang mendengarkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved