Elvira Siska Tak Bosan Beri Edukasi soal Manfaat Tanaman Hias

Elvira Siska Erawati memilih terjun untuk budidaya tanaman hias, lantaran saat kuliah ia juga mengambil jurusan di bidang Agro Teknologi Pertanian.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Tak hanya menjual, Elvira Siska juga memberikan pelajaran singkat tentang cara merawat dan mengembangkannya menjadi tanaman baru lewat sebuah catatan kecil yang digantung di tanaman. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Elvira Siska Erawati memilih terjun untuk budidaya tanaman hias, lantaran saat kuliah ia juga mengambil jurusan di bidang Agro Teknologi Pertanian. 

Kala itu, kecintaan Elvira pada biologi tidak bisa dibendung. Ia cukup memutar otak saat memutuskan mengambil jurusan Agro Teknologi Pertanian di Universitas Brawijaya Malang.

"Kalau bicara soal biologi, masyarakat pahamnya jurusan kedokteran. Sedangkan saya walaupun suka dengan biologi, tapi nggak mau berhubungan langsung dengan manusia," buka Elvira saat ditemui di Kedurus Dukuh beberapa waktu lalu.

Lepas dari jurusan kedokteran, dua pilihan lainnya mengarah pada bidang perikanan dan pertanian. Di antara dua pilihan itu, Elvira kemudian memutuskan untuk memilih pertanian karena ia lebih suka menghabiskan waktu di daerah pegunungan daripada pantai.

Kolaborasi Elvira Plant dan Pitmey Sweet, Ciptakan Hampers Ecofriendly yang Unik untuk Lebaran

"Kalau perikanan identik dengan pantai, sedangkan pertanian lebih pada berkebun dan berhubungan dengan tumbuhan. Maka saya lebih memilih mengambil jurusan pertanian. Itulah yang jadi pengantar saya bisa sangat menyukai tanaman hias dan herbal," terangnya.

Meski pertanian merupakan jurusan yang dipilih langsung oleh Elvira, ia mengaku sempat mengalami kesusahan di semester awal perkuliahan. Lantaran, saat itu yang dipelajari adalah tanaman pangan seperti, padi, jagung, dan lainnya.

Perempuan kelahiran 4 Juni 1997 itu mengaku baru sangat tertarik dengan materi pembelajaran saat duduk di semester lima.

"Karena pada semester itu, pengajarannya lebih spesifik seperti mempelajari tentang tanaman hias, herbs, dan lainnya. Dari situ saya merasa kalau selain memiliki banyak jenis, tanaman juga memiliki banyak manfaat dan berguna untuk kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Rasa keingintahuan Elvira tentang tanaman tak bisa dibendung hanya dengan mendapat materi saat perkuliahan. Ia juga mencoba mencari-cari tahu tentang tanaman hias lain melalui internet dan beberapa buku.

Setelah mantap menjatuhkan hati pada tanaman hias, Elvira kemudian mencari-cari tempat magang yang khusus membudidayakan tanaman hias.

"Akhirnya ketemu di daerah batu. Ada salah satu tempat yang tak hanya menjual tanaman hias, namun juga merawat, membudidayakan, dan memberikan output tentang tanaman hias pada masyarakat," kata Elvira.

Ketertarikan Elvira pada tanaman hias itu membuat pemilik tempat magang memberikannya kesempatan untuk melakukan penelitian di tempat tersebut.

Dalam masa penelitian yang membutuhkan waktu sekitar empat bulan, Elvira merasa dirinya enjoy menjalani pekerjaan itu. Mulai dari pembibitan, melihat proses tumbuh, hingga tanaman besar dan siap dijual.

Rintan Putri

Ditawari Program Magang di New York

Selama masa penelitian itu juga, Elvira sempat ditawari untuk mengikuti program magang di botanical garden di New York.

Untuk bisa magang di luar negeri, Elvira harus mengikuti seleksi yang lumayan padat dan menyita waktu.

"Padahal waktu itu saya sudah lulus, tepatnya April 2019. Tapi jadi nggak bisa disambi untuk mencari pekerjaan karena harus mengikuti seleksi, sementara teman-teman yang lain sudah mulai mendapat pekerjaan. Nah, itu juga yang kemudian mendorong saya untuk membuka toko tanaman hias," ungkapnya.

Selain karena alasan itu, Elvira juga banyak mendapat dorongan dari pemilik tempat magang. Sang pemilik melihat kecakapan Elvira dalam menjelaskan jenis hingga cara merawat tanaman pada konsumen di tiap pameran.

Bantu Memberi Edukasi pada Masyarakat soal Tumbuhan

Tanaman pertama yang dijual Elvira waktu itu adalah jenis Peperonia Watermelon. Tanaman itu yang digunakan Elvira sebagai bahan penelitian lantaran perawatannya mudah dan seluruh bagiannya dapat dikembangkan menjadi tanaman baru.

Ikuti kami di
KOMENTAR
293 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved