Universitas Ciputra Surabaya Gelar Fashion Show Virtual Pertama di Indonesia

Baru-baru ini, kampus yang terletak di kawasan Surabaya Barat itu menggelar sebuah virtual fashion show, kolaborasi mahasiswa dan alumni.

Universitas Ciputra Surabaya Gelar Fashion Show Virtual Pertama di Indonesia
IST
Saat Virtual Fasion Show via Zoom Meeting bertajuk Le Futur Berlangsung via Zoom Meeting, Jumat (8/5/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Universitas Ciputra Surabaya lagi-lagi memberikan gebrakan baru. Meski bertahan di tengah pandemi seperti saat ini, namun kreativitas dan inovasi yang dimiliki tak pernah kendur.

Baru-baru ini, kampus yang terletak di kawasan Surabaya Barat itu menggelar sebuah virtual fashion show persembahan dari kolaborasi mahasiswa dan alumni Fashion Product Design & Business (FPD).

Virtual Fashion Show bertajuk Le Futur itu digelar dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting.

Le Futur merupakan kata yang diambil dari Bahasa Perancis yang berarti, masa depan. Menurut Dosen FPD UC, Agnes Olivia Gondoputranto, Le Futur menjadi gambaran dan prediksi masa depan fashion yang tengah dalam kondisi ketidakpastian dan kebimbangan. Namun secara bersamaan juga penuh dengan perjuangan, gelora, dan harapan menuju masa depan.

Jurusan Culinary Business Universitas Ciputra Bagikan 450 Boks Roti Rempah ke Puskesmas Terdekat

Ramaikan Perayaan Valentine, Hachi Bara Resto Universitas Ciputra Sajikan Menu Choco Lava Spesial

"Sehingga melalui koleksi yang ditampilkan malam ini diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dimana nantinya kami akan menghadapi tantangan ini bersama melalui pengalaman Virtual dan juga pemanfaatan Technology Digital," kata Olivia.

Showcase digital yang di pertontonkan oleh FPD UC diharapkan menjadi stimulan para pecinta fashion agar kembali bergairah.

Pasalnya, Virtual Fashion Show ini menjadi yang pertama ada di Indonesia.

Sekitar 300 orang partisipan terlihat begitu antusias saat menonton 13 rancangan baju yang telah dipakaikan ke model Virtual (3D Model) dan penonton dapat melihat rancangan melalui virtual runaway yang ditampilkan dengan total durasi 30 menit.

"Dengan inovasi seperti ini bagi pencinta fashion yang berminat dapat langsung memesan baju tersebut kepada desainernya," ujar perempuan yang juga pengampu Mata Kuliah Pattern Computer Aided Design.

Hal tersebut tentu membantu efisiensi desainer dalam pembuatan sampel dikarenakan peminat fashion tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan seperti, pembuatan sampel, fitting model, juga dapat mengurangi limbah kain.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved