Gubernur Jatim Khofifah Kecewa Pada Aksi Viral Pedagang yang Buang Sayuran di Kabupaten Malang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sayangkan aksi pedagang sayur si Kabupaten Malang yang baru-baru ini viral di media sosial.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Bakorwil Malang, Sabtu (16/5/2020). 

“Kami sudah data ada sebanyak 100 pedagang di titik tersebut. Semuanya sudah kami berikan beras sebanyak 10 kilogram. Dan kemudian sayurannya akan kita serap untuk pasokan dapur umum,” kata Sanusi. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang sayur di Pasar Sayur Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang merugi karena dagangannya tidak laku akibat pandemi COVID-19. Bahkan para pedagang membagikan aksi membuang sayur ke sungai melalui video yang viral di media sosial.

Seorang pedagang, Sahri mengaku, penjualannya turun sampai 90 persen sejak pandemi COVID-19 menyerang. Padahal pasokan sayur sedang melimpah.

“Tidak karuan turunnya. Sangat drastis,” ucap Sahri, Sabtu (16/5/2020).

Menurutnya, para pembeli dari berbagai daerah seperti Surabaya mengurangi jadwalnya untuk datang ke Pasar Sayur Kedungrejo. Selain itu, jumlah sayur yang diborong juga tak sebanyak biasanya.

“Karena di sana (Surabaya) juga tidak laku. Pembeli semakin berkurang,” tutur dia.

Hingga kini, Sahri mengatakan belum ada bantuan dari pemerintah yang datang. Untuk menyiasati agar sayurannya laku, dia berkeliling ke pasar lain yang buka sampai malam hari.

Pesanan Kue Kering Berlimpah, Sri Wangunati Pekerjakan Korban PHK

“Kalau tidak terjual di sini saya keliling ke pasar lain. Pokoknya jangan sampai membuang lah, meskipun kadang ya ada sisanya,” akunya. 

Paguyuban Bakul Kulup Pasar Kedungrejo, Winarno mengatakan, lebih dari 400 pedagang di pasar setempat mengalami kerugian akibat pandemi COVID-19. Harga sayuran yang anjlok, membuat pedagang merugi.

“Apalagi banyak yang kemudian tidak terbeli,” ucap Winarno.

Winarno berharap wabah COVID-19 segera berakhir sehingga penjualan dapat kembali normal. Apabila kondisi serupa terus berlanjut, ia khawatir para pedagang tidak sanggup berjualan kembali.

“Kalau begini terus nggak mungkin bisa jualan lagi,” tandas dia. (Fatimatuz Zahroh/Aminatus Sofya)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved