Pakar Sosial Ekonomi Unair: Masyarakat Bisa Tekan COVID-19 Bila Patuhi Protokol Kesehatan

Pakar Sosial Ekonomi Unair, Rudi Purwono mengatakan, masyarakat bisa bantu menekan COVID-19 jika disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Pakar Sosial Ekonomi Unair: Masyarakat Bisa Tekan COVID-19 Bila Patuhi Protokol Kesehatan
SURYA.CO.ID
Pakar Sosial Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Rudi Purwono.

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Pakar Sosial Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Rudi Purwono mengatakan, masyarakat bisa ikut bantu menekan COVID-19 apabila disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Namun, jika protokol kesehatan tersebut tidak dilakukan dengan baik, bukan tidak mungkin penyebaran COVID-19 akan semakin masif sehingga berpotensi menambah korban baru.

"Pemerintah telah menyusun protokol-protokol kesehatan seperti aturan physical distancing dan personal hygiene dengan tujuan untuk memperlambat atau memutus penularan penyakit ini. Ketentuan tersebut harus dilakukan saat ini oleh siapapun," kata Rudi, Jumat (15/5/2020).

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan sejumlah aktivitas seperti melakukan rapid test massal di sejumlah wilayah perkampungan Surabaya yakni, Manukan Kulon, Bratang Gede, Rungkut Lor, dan Kedung Baruk.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga melakukan rapid test di Pasar Keputran, pada Selasa lalu. Hal tersebut dilakukan karena hasil penelusuran diketahui ada warga yang tinggal di gang Pasar Keputran yang positif Covid-19.

Laboratoriom Biomolekuler PCR Rumah Sakit PHC Terima hingga 500 Sampel Swab per Hari

Tak hanya di kawasan permukiman dan pasar, Pemkot Surabaya juga melakukan pengawasan ketat di area transportasi publik. Belum lama ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran kepada para pihak pengelola transportasi bandara, pelabuhan, stasiun kereta, dan terminal untuk selalu mengikuti protokol kesehatan.

Kebijakan ini dilakukan karena tingginya kasus Covid-19 yang disebabkan banyaknya kasus penularan dari luar Surabaya atau daerah lainnya.

Dengan kondisi sekarang ini, Rudi menyebutkan masyarakat juga harus mulai membatasi berbagai aktivitas di area publik agar tidak terpapar Covid-19. Jika masyarakat masih abai justru akan membahayakan keselamatan serta kesehatan diri sendiri dan orang lain.

"Orang yang sakit harus jujur, disiplin, serta tahu diri untuk beristirahat di rumah atau mengisolasi diri demi kebaikan dirinya dan kebaikan bersama. Kesulitan ini akan berlalu, jika kita bersama-sama menanggulanginya, bukan hanya pemerintah, tapi perusahaan, individu, semua lapisan masyarakat harus terlibat dan patuh," ungkap Rudi.

Rudi juga mendukung perusahaan harus berperan aktif dalam membantu mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu caranya dengan meminta para pekerjanya untuk menerapkan protokol-protokol kesehatan di rumah, selama perusahaan belum kembali beroperasi seperti biasa di masa pandemi ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved