Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti Sebut Keberhasilan PSBB Tahap 3 Tanggung Jawab Bersama

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astutu menyebut keberhasilan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 merupakan tanggung jawab bersama.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti Sebut Keberhasilan PSBB Tahap 3 Tanggung Jawab Bersama
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi: Pemeriksaan ketat arah masuk Kota Surabaga di perbatasan antara Surabaya-Sidoarjo. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti menyebut keberhasilan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 merupakan tanggung jawab bersama.

Hal ini dikatakan Reni setelah banyak masyarakat yang mengutarakan pendapat di media sosial terkait pelaksanaan PSBB tahap satu dan dua.

Reni Astuti mencatat sebagaimana data resmi dari Pemkot Surabaya, jumlah warga yang positif COVID-19 sebanyak 1.975 orang, sembuh 175, dan meninggal 172. Jumlah positif ini menyumbang 50 persen dari total positif warga Jatim.

"Memasuki PSBB jilid 3, saya mengamati dinamika pro lkontra perpanjangan PSBB Surabaya ini. Kekurangefektifan jilid 1 dan jilid 2 sehingga belum berhasil melandaikan kurva penyebaran corona," kata Reni, Selasa (26/5/2020).

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang, Pemkot Aktif Libatkan Warga hingga Tingkat Kampung

Diakui Reni, di medsos perpanjangan PSBB ini menjadi pembicaraan. Pendapat dan saran warga dari berbagai elemen masyarakat perlu diperhatikan.

Banyak yang meragukan PSBB tahap 3 akan lebih baik. Terutama pada sektor perekonomian warga apabila PSBB ini terus diperpanjang.

Menurut Reni, PSBB tahap 3 sudah diputuskan melalui Keputusan Gubernur. Peraturan perundang-undangan pun masih berlaku mulai PP 21 th 2020, Permenkes 9 th 2020, Pergub 18 th 2020, Perwali 16 th 2020. Artinya PSBB secara aturan masih ada dan belum ada aturan Perundang-undangan yang merelaksasi.

"Berhasil atau tidaknya PSBB perpanjangan ini menjadi tanggung jawab bersama. Utamanya pemerintah daerah yang membuat aturan dan punya kewenangan menegakkan aturan," ujar Reni.

PSBB Surabaya tahap 3 yang sudah dijalankan harus dibarebgi analisis dan evaluasi detail dan mendalam PSBB tahap 1 dan 2. Jika implementasinya tidak beda dengan jiid sebelumnya warga akan apatis dan akhirnya cuek.

Kondisi ini akan menjadi kendala penanganan COVID-19 karena keterlibatan dan disiplin warga merupakan faktor yang sangat penting.

"Hakikatnya warga akan manut jika ada edukasi, pengayoman dan penegakan yang jelas dan konsisten," ucap Reni.

Usai PSBB, Warung Pak Umar Akan Tingkatkan Protokol Kesehatan Bagi Karyawan dan Pengunjung

Politisi PKS ini menyebut bawa kuncinya harmonisasi. Mengharmonisasikan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi memang bukan hal mudah, perlu kerja keras dan terpadu. 

Juga perlunya sinergi penanganan dengan berbagai pihak serta support pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Pelibatan RW melalui Kampung Wani COVID-19 perlu diapresiasi.

"Kampung Wani Covid ini bukan  berarti pengalihan tanggung jawab pelaksanaan tugas gugus covid, RW hanya membantu. Arahan dan tugas-tugas penanganan tetap menjadi tanggung jawab pemerinta," tandas Reni.

PSBB yang sudah membawa dampak pada sektor sosial dan ekonomi harus benar mampu mengendalikan laju penyebaran COVID-19. Transparansi atas upaya yang sudah dilakukan pemkot juga penting untuk makin menguatkan kesadaran kolektif warga kota agar makin semangat bersama mengendalikan penyebaran COVID-19.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved