Cegah COVID-19, Kulle Rilis Masker Lukisan Karya Difabel

Brand Kulle baru-baru ini kembali membuat project yang juga menggandeng teman-teman difabel dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.

Cegah COVID-19, Kulle Rilis Masker Lukisan Karya Difabel
Instagram/kulle.id
Motif masker yang dilukis oleh teman-teman difabel, menggambarkan emosi mereka masing-masing saat membuat lukisan tersebut. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, penggunaan masker sangat diwajibkan oleh pemerintah untuk meminimalisir penularan virus.

Melihat hal tersebut, brand Kulle baru-baru ini kembali membuat project yang juga menggandeng teman-teman difabel dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.

"Jadi project kali ini tentu disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi, maka lahirlah masker yang dilukis oleh teman-teman dari YPAC Surabaya," terang Rizki Ramadityo, pemilik brand Kulle.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Dio itu mengaku tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan masker saat digunakan di tengah pandemi seperti saat ini.

"Masker ini terbuat dari bahan scuba pada bagian luar dan katun di bagian dalam. Nah, di dalam juga masih kami beri slot untuk menambahkan tisu," jelasnya.

Sama seperti project sebelumnya, cara mempromosikan masker juga dilakukan Dio lewat media sosial Instagram dengan menggunakan tagar #kullekukanuntukmu. Selain agar lebih mudah dicari, melalui tagar ini, Dia ingin agar penjualan masker ini tak hanya dilihat sebagai mencari keuntungan saja.

Program Diet Keto Bisa Jadi Pilihan Tepat untuk Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran

Lewat tagar itu, lanjut Dio, ingin mengajak masyarakat ikut mendukung teman-teman difabel berkreasi sekaligus melakukan art theraphy lewat seni lukis.

"Project ini dan sebelumnya, sebenarnya sama-sama ingin fokus untuk memberikan art theraphy pada teman-teman difabel melalui seni lukis. Melukis dapat meningkatkan motorik teman-teman difabel, apalagi kalau dilakukan jangka panjang dan secara berkala," jelasnya.

Dio mengatakan, masker yang dilukis oleh teman-teman difabel ini telah dirilis sejak 4 Mei 2020 lalu. Bahkan, tidak sampai satu bulan, sebanyak 500 masker sudah habis terjual.

Dalam membuat motif masker, lima orang anak difabel yang dipilih, bebas membuat gambar sesuai dengan emosi mereka saat melukis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved