Retail Apparel Kehilangan Golden Moment Selama Pandemi, Alami Penurunan hingga 95 Persen

Retail Apparel mengaku kehilangan golden moment mereka selama Ramadan dan Idul Fitri untuk mendapatkan keuntungan paling tinggi.

Retail Apparel Kehilangan Golden Moment Selama Pandemi, Alami Penurunan hingga 95 Persen
SURYA.co.id/Habibur Rohman
TURUN DRASTIS - Suasana gerai retail aparel di mall di Surabaya, Jumat (29/5/2020). Pada tahun ini retail aparel mengalami penurunan penjualan hingga 95% dampak kehilangan 'golden moment' jelang lebaran dampak pademi COVID-19 akibat masyarakat yang leih memilih memenuhi kebutuhan pokok. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Retail Apparel mengaku kehilangan golden moment mereka selama Ramadan dan Idul Fitri untuk mendapatkan keuntungan paling tinggi. Hal itu lantaran penjualan akan tumbuh pesat seiring tradisi masyarakat dalam merayakan Ramadan dan Idul Fitri.

Namun pada Ramadan dan Idul Fitri 2020 ini, yang berlangsung di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19, membuat golden moment tersebut hilang.

"Retail kehilangan golden moment ini. Bahkan untuk industri retail apparel, seperti baju, sepatu, tas dan aksesorisnya, di Departement Store, pada Ramadan dan Lebaran ini melaporkan turun 95 persen dibanding moment yang sama di tahun lalu," kata April Wahyu Widati, Koordinator Wilayah Timur I Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Jumat (29/5/2020).

Sementara untuk hipermarket dan supermarket, menyampaikan penurunan 27 persen. Bahkan untuk minimarket, yang seharusnya menjadi tempat peralihan, juga melaporkan penurunan penjualan.

"Minimarket yang seharusnya meningkat karena berada dekat di kawasan pemukiman, melaporkan realisasinya turun 8 persen," lanjut April.

Catatan Aprindo, pandemi ini membuat daya beli masyarakat menurun. Mengingat dampak dari pandemi ini banyak sektor usaha yang tidak bergerak, sehingga menimbulkan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

"Tapi untuk anggota Aprindo kami belum ada laporan yang melakukan PHK. Harapannya jangan sampai ada ya," ungkap April.

Apalagi di PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tahap III untuk Surabaya Raya, asosiasi  sudah memberikan rekomendasi ke pemerintah agar bisa mendapatkan kelonggaran dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan.

Bandara Juanda Siap Terapkan Prosedur Pelayanan pada Penumpang Selama New Normal

Dalam rilisnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pusat, Roy Mandey, menyebutkan, industri retail  sudah mempersiapkan lima aturan teknis terkait rencana beroperasi kembali mal dalam kondisi normal baru (new normal).

"Tapi saat ini masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait petunjuk teknis resminya," ujar Roy Mandey.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved