Lakukan Simulasi New Normal, Pemkab Banyuwangi Pindahkan Bansos ke Lokasi Wisata

Guna menerapkan new normal di kawasan wisata, Pemkab Banyuwangi melakukan pemindahan penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi COVID-19.

Lakukan Simulasi New Normal, Pemkab Banyuwangi Pindahkan Bansos ke Lokasi Wisata
Surya.co.id/Haorrahman
Agrowisata Tamansuruh yang menjadi lokasi penyaluran bansos di Banyuwangi. 

TRIBUNNEWSWIKI, Banyuwangi - Guna menerapkan new normal di kawasan wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melakukan pemindahan penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi COVID-19.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, hal ini dilkukan untuk simulasi sebelum benar-benar menerapkan new normal.

"Pembagian bansos dari Pemprov Jatim, dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah, kita lakukan di Agrowisata Tamansuruh untuk warga di Kecamatan Glagah sekitar sini. Sekaligus kita mengecek protokol kesehatan di destinasi jika nanti dibuka,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto.

Agrowisata Tamansuruh berdiri di atas lahan 10,5 hektar di kaki Gunung Ijen. Dalam konsep agro-tourism, destinasi ini menampilkan beragam pertanian Banyuwangi, mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Lahan ini juga sebagai tempat edukasi pertanian. 

“Ini yang terbaru kita kembangkan 33 varietas melon. Ini adalah destinasi, tempat edukasi, sekaligus lahan percobaan/demplot. Ada dua hektar lahan kami pakai untuk pengembangan varietas melon. Alhamdulilah, hari ini panen. Dari demplot di sini, bisa diaplikasikan petani di lahan masing-masing,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Arief Setiawan.

KAI Perbolehkan Masyarakat Umum Gunakan KLB, Berikut Syaratnya

Sambut New Normal Life, Industri Pariwisata Jatim Akan Batasi Pengunjung Hingga 50 Persen dari Kuota

Anas mengimbau kecamatan dan desa/kelurahan serta mitra terkait, yaitu PT Pos dan bank BUMN, berinisiatif mendistribusikan bansos di destinasi lokal setempat. Acara formal bansos di kantor dialihkan ke destinasi lokal.

”Tentu ini kondisional, karena tidak setiap desa/kelurahan ada destinasinya. Juga pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan,” paparnya.

Dengan memindahkan penyaluran bansos dari kantor pemerintahan ke destinasi wisata, menurut Anas, ada dua manfaat. Pertama, membangkitkan semangat semua pihak, terutama pelaku pariwisata, untuk bersiap menyambut new normal dan memulihkan ekonomi.

”Kedua, kita bisa sekaligus mengecek kesiapan destinasi pariwisata dalam menyambut new normal ke depan. Dengan dijadikan tempat penyaluran bansos, kita bisa tahu mana yang sudah siap, mana yang masih belum siap dan apa kekurangannya,” terang Anas.

Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah menyusun protokol kesehatan destinasi. Secara bertahap dan bergiliran, bantuan untuk pemenuhan protokol kesehatan juga telah digulirkan, misalnya thermo gun untuk pengelola destinasi berbasis komunitas.

Tidak hanya di destinasi wisata, lanjut Anas, penyaluran bansos juga bisa dipindah ke halaman homestay-homestay milik rakyat. ”Dengan demikian, kita ikut mulai berkontribusi memulihkan ekonomi rakyat di sektor pariwisata yang multiplier effect-nya besar,” ujarnya. (Haorrahman)

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved