Yenny Wahid: LSM di Indonesia Penuhi Ruang Kosong yang Tidak Diisi Pemerintah

Yenny Wahid mengatakan, pergerakan LSM di Indonesia memiliki banyak inisiatif brilian yang betul-betul membawa dampak langsung pada masyarakat.

Yenny Wahid: LSM di Indonesia Penuhi Ruang Kosong yang Tidak Diisi Pemerintah
TRIBUNNEWSWIKI/Akira Tandika
Yenny Wahid berharap akan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ikut terlibat pada Paris Peace Forum 2020 mendatang. 

TRIBUNNESWIKI, Surabaya - Pada gelaran Paris Peace Forum (PPF) yang akan dilakukan pada November 2020 mendatang, Yenny Wahid sebenarnya berharap akan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ikut terlibat.

Karena ini merupakan panggung internasional yang akan mengantarkan para pesertanya untuk menjangkau lebih banyak lagi koneksi dan kesempatan. Tentu saja, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menambah koneksi dan melakukan kolaborasi internasional.

Putri kedua dari Abdurrahman Wahid itu mengatakan, pergerakan LSM di Indonesia memiliki banyak inisiatif brilian yang betul-betul membawa dampak langsung pada masyatakat.

LSM di Indonesia juga dinilai sangat aktif dalam mengisi ruang yang tidak bisa diisi oleh pemerintah. Kolaborasi seperti ini, menurutmya tak dapat ia temukan di negara lain.

"Di banyak negara, biasanya akan terdapat banyak ketegangan yang terjadi antara pemerintah dan LSM. Sementara di Indonesia, banyak sekali ruang yang bisa diisi oleh LSM. Baik dilakukan sendiri maupun berkolaborasi dengan pihak lain seperti, pemerintah, sesama LSM, media, dan lainnya," ujar Yenny.

Di mata Yenny, LSM di Indonesia dinilai sangat inovatif dalam menyelesaikan masalah.

"Meski isu yang diselesaikan merupakan isu global, LSM di Indonesia akan menyelesaikam hal itu dengan menyelipkan cita rasa lokal," imbuhnya.

Paris Peace Forum Jadi Platform Internasional yang Pertemukan Beragam Individu Kreatif

Kerja bagus yang dilakukn oleh LSM Indonesia itu sangat disayangkan apabila tidak mendapat apresiasi dengan baik.

Terutama bila ide yang diberikan bisa diterapkan untuk isu pemerintahan global.

"Sayang sekali jika hal tersebut justru tidak mendapatkan sorotan dari kancah internasional," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved