Satgas COVID-19 Kampung Songo Simomulyo Baru Lakukan Tindakan Preventif Cegah Virus

Tindakan preventif lain yang dilakukan Satgas COVID-19 Kampung Songo adalah menyediakan ruangan khusus untuk mengisolasi warga pendatang.

Satgas COVID-19 Kampung Songo Simomulyo Baru Lakukan Tindakan Preventif Cegah Virus
SURYA.co.id/Habibur Rohman
GERAKAN KARINA - Warga Simomulyo Baru RT-09/RW-03 Kampung Tanggung Mandiri Melakukan penyemprotan sekaligus membagikan wedang pokak pada warga, Minggu (14/6/2020). Kampung ini menerapkan "Gerakan Karina" (Kampung Anti Corona) Surabaya yang menerapkan protokol ketat pada warga, tamu dan pedagang serta menyiapkan ruang isolasi mandiri jika dibutuhkan. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Yaning Mustikaningrum selaku Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 09 RW 04 mengaku, satuan tugas COVID-19 di Kampung Songo Simomulyo Baru telah mengambil sejumlah langkah preventif guna mencegah penyebaran virus Corona di area tempat tinggal mereka.

Tak hanya sekadar melakukan physical distancing dan wajib menggunakan masker, secara berkala Kampung Songo juga menyemprotkan disinfektan secara mandiri, dua kali seminggu yang telah dimulai sejak 31 Maret 2020 lalu.

"Kenapa saya bilang secara mandiri, karena memang kami melakukan iuran untuk membeli cairan disinfektan. Kami juga kadang menerima bantuan dari sponsor," ujar Yaning saat ditemui di Kampung Songo, Minggu (14/6/2020).

Seperti agenda kegiatan di Kampung Songo yang dilakukan pagi ini, Yaning beserta Satgas COVID-19 lingkungannya bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga.

Tak hanya itu, beberapa anggota lainnya pun kedapatan membuat wedang pokak dan telur rebus untuk dibagikan pada warga secara gratis.

Tindakan preventif lain yang dilakukan Satgas COVID-19 Kampung Songo Simomulyo Baru adalah dengan menyediakan ruangan khusus yang dipergunakan untuk mengisolasi warga pendatang.

"Jadi kapan hari memang Kampung Songo kedatangan warga dari Gresik. Kemudian mereka dipanggil Satgas COVID-19 untuk diminta melakukan isolasi mandiri secara 10 hari di dalam rumah yang sudah disediakan," ungkap Yaning.

Saat itu sempat ada warga yang salah sangka dengan tindakan Satgas COVID-19. Mereka pikir, warga tersebut telah terinfeksi virus.

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang, Pemkot Aktif Libatkan Warga hingga Tingkat Kampung

Pemkot Surabaya Bersama Komunitas Wujudkan Wisata Sejarah Kampung Lawang Seketeng

"Padahal, cara ini merupakan tindakan preventif atau pencegahan yang dilakukan oleh Satgas COVID-19 di lingkingan kami," imbuhnya.

Untuk mewujudkan Kampung Tangguh COVID-19, Kamoung Songo juga menerapkan beberapa peraturan ketat yang harus dilakukan oleh warganya.

Seperti, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan utin melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun.

"Tak hanya itu, kami juga menerapkan jam malam untuk anak-anak. Jadi, tiap menjelang waktu Maghrib, mereka akan dilarang keluar rumah. Selain untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 jam tersebut digunakan anak-anak untuk belajar di rumah," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved