Ivo Ananda Sebut Tetap Ada yang Berkorban Saat Jalankan Banyak Peran

Menurut Ivo Ananda, semua pekerjaan harus dilakukan dengan porsi yang pas, supaya tidak menimbulkan kecemburuan satu dan lainnya.

Ivo Ananda Sebut Tetap Ada yang Berkorban Saat Jalankan Banyak Peran
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Menurut Ivo Ananda, semua pekerjaan dari peran yang ia mainkan harus dilakukan dengan porsi yang pas, supaya tidak menimbulkan kecemburuan satu dan lainnya. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Ketika seseorang dituntut untuk menjalankan banyak peran dalam hidupnya, tentu tak akan mudah. Alih-alih menyentuh predikat seimbang, yang ada justru berantakan.

Hal itupun agaknya disetujui oleh istri Presiden Klub Persebaya Surabaya, Ivo Ananda. Namun, bukan pada poin berantakannya, melainkan memang akan susah menjalankan banyak peran dalam hidup.

Meski tak mengenal kata seimbang, Ivo lebih senang dengan sebutan menjalankan peran dengan baik.

"Karena memang dalam kenyataannya akan sangat susah menjalan banyak peran dalam sekali jalan. Tentu harus ada yang dikorbankan. Meski dikorbankan, kita tetap memegang tanggung jawab penuh pada peran tersebut," terang ibu tiga orang anak itu saat berkunjung ke Harian Surya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, semua pekerjaan harus dilakukan dengan porsi yang pas, supaya tidak menimbulkan kecemburuan satu dan lainnya.

Misal, ketika Ivo memutuskan untuk mengambil suatu pekerjaan. Maka sebisa mungkin sebelum berangkat menuju lokasi kerja, segala tugasnya di rumah harus selesai.

Ivo Ananda Bagikan Tip untuk Perempuan Super Aktif Agar Bisa Menjalankan Tugas dengan Baik

Hal ini semata-mata supaya tugas yang ia pikul tetap bisa berjalan dengan baik dan tak saling tumpang tindih.

"Saya selalu mengusahakan mengurus anak dan suami terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Termasuk menyiapkan makanan hingga memberikan aktivitas agar anak tetap merasa happy saat kita tidak ada di rumah," tuturnya.

Dalam kondisi di mana Ivo Ananda harus melakukan semua peran dalam satu waktu, alumnus SMA 16 Surabaya itu akan memutuskan segalanya secara cepat dan tepat agar tak membuat salah satunya dirugikan.

Bukan secara tiba-tiba Ivo bisa menjadi seseorang yang bijak seperti sekarang yakni, dapat memberikan keputusan tepat dalam waktu yang sangat cepat.
Baginya, hal itu telah biasa dilakukan sejak masih muda. Memiliki segudang aktivitas menjadi kunci utama.

"Saya sejak muda sudah terbiasa aktif di banyak hal. Itu kemudian membuat saya terbiasa memanajemen diri dan tentu saja berpengelaman di beberapa permasalahan," katanya.

Perempuan Perlu Memiliki Ruang Bagi Dirinya Sendiri

Pengalaman aktif di berbagai hal itu kemudian ingin Ivo tanamkan pada semua anak-anaknya. Selain untuk mengisi kesibukan dan bersosialisasi, hal ini sedikit banyak pun melatih anak-anak untuk bisa berpikir cepat dan tepat apabila terdapat kendala.

Dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan, Ivo termasuk orang tua yang jarang mendapat protes dari anak-anaknya. Menurutnya, ini karena dia memperlakukan tugasnya di rumah dan di luar seadil mungkin, sehingga bentuk kecemburuan dan protes itu tidak ada.

"Contoh kecilnya adalah, sebisa mungkin sebelum keluar rumah saya selalu memenuhi kebutuhan, terutama makanan. Selain itu, sebisa mungkin saya harus sering memberi kabar dan perhatian pada anak untuk mengisi ketidakhadiran kita di sisi mereka," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved