Perempuan Perlu Memiliki Ruang Bagi Dirinya Sendiri

Menurut Ivo Ananda, perlu bagi perempuan untuk memiliki ruang bagi dirinya sendiri. Ruang ini merupakan tempat di mana segala emosi berkumpul.

Perempuan Perlu Memiliki Ruang Bagi Dirinya Sendiri
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Menurut Ivo Ananda, perlu bagi perempuan untuk memiliki ruang bagi dirinya sendiri. Ruang ini merupakan tempat di mana segala emosi berkumpul. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Ivo Ananda menuturkan, perlu bagi perempuan untuk memiliki ruang bagi dirinya sendiri. Di mana dalam ruang tersebut tidak bisa dimasuki siapapun kecuali dirinya sendiri, termasuk anak dan suaminya.

Ruangan ini, lanjut Ivo merupakan tempat di mana segala emosi berkumpul. Khususnya emosi negatif, yang bila dikeluarkan akan berdampak buruk.

"Jika diibaratkan, ruang diri itu seperti filter. Tempat buangan seluruh emosi negatif. Karena menurut saya, emosi deperti itu tidak bisa diselesaikan atau dibersihkan orang lain. Cuma diri kita yang bisa," jelasnya.

Mungkin ada beberapa orang yang berkata bahwa berbagi kesedihan dengan orang lain akan sedikit membantu mengurangi rasa tersebut. Namun, tetap yang bisa mengatasi emosi itu adalah diri kita sendiri.

Untuk menemukan ruang dalam diri, Ivo mengatakan perlu beberapa kali latihan. Salah satunya dengan "mencatat" ragam bentuk emosi yang keluar dari diri ketika mendapat semua masalah.

"Setelah itu, kita akan diajak mengingat ketika ada sebuah masalah yang datang dalam bentuk serupa, kita tetu sudah tahu cara mengatasinya seperti apa. Nanti ketika kita sudah terbiasa, tahap awal untuk menghadapi emosi tersebut adalah menarik napas dalam-dalam," tambah Ivo.

Ivo menambahkan, hal ini sangat bermanfaat terutama bagi yang sudah berkeluarga. Di mana saat berkeluarga, akan banyak individu lain yang berada dalam satu lingkup.

Melihat Koleksi Bersejarah di Museum Lapas Lowokwaru Kota Malang

Apabila saat berkeluarga, masih belum bisa mempergunakan ruang diri dengan baik, imbasnya bisa menyerang anak dan suami.

"Coba bayangkan kalau saat berkeluarga, kita masih belum bisa memanfaatkan ruang diri. Tiap bertengkar dengan orang lain atau suami sendiri, anak akan menjadi sasaran. Kita akan menjadi orang yang tidak bisa mengalah juga karena sudah terlanjur tersulut emosi," tuturnya.

Tak hanya soal emosi, Ivo meminta agar perempuan lebih bisa menghargai dirinya sendiri jika ingin orang lain melakukan hal yang sama untuk mereka.

Ivo melihat hal ini sering terjadi terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak.

"Minimal sempatkanlah untuk me time dengan diri sendiri. Entah itu bersosialisasi, dandan, memakai baju yang layak, dan lain-lain," ungkapnya.

Hal itu, menurut Ivo akan memberikan nilai plus bagi perempuan di mata orang lain seperti, suami, anak, dan keluarga.

Namun, Ivo tetap mengingatkan agar perempuan juga tak melupakan kewajiban sesungguhnya sebagai seorang ibu dan istri jika sudah menikah, atau karier yang dia bangun.

Poin utama yang dikatakan Ivo adalah agar perempuan membuat dirinya sendiri bahagia. Karena apabila hal itu terwujud, lingkungan sekitarnya pun akan berjalan sesuai dengan yang dia usahakan.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved