Menikah di Tengah Pandemi, Pengantin Asal Surabaya ini Pasrah Cuma Bisa Gelar Akad Sederhana

Nabilla menceritakan telah menentukan tanggal pernikahan jauh sebelum pandemi COVID-19 datang. Bahkan ia telah menyiapkan 90 persen kebutuhannya.

Menikah di Tengah Pandemi, Pengantin Asal Surabaya ini Pasrah Cuma Bisa Gelar Akad Sederhana
Dok. Pribadi
Pasangan pengantin asal Surabaya, Dzulhi Wienaldy (25) dan Nabilla Aulia (24) baru saja melangsungkan pernikahan di tengah pandemi COVID-19, Minggu (14/6/2020) lalu. Tak semeriah pernikahan pada umumnya, kedua pasangan itu hanya mengundang beberapa teman dekat lantaran dibatasi oleh tempat mereka menikah. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Perasaan sedih dirasakan betul oleh pasangan pengantin asal Surabaya, Dzulhi Wienaldy (25) dan Nabilla Aulia (24). Bagaimana tidak, pernikahan yang harusnya dirayakan penuh sukacita hanya bisa digelar secara sederhana dan diliputi rasa cemas lantaran adanya pandemi COVID-19.

Kepada Tribunnewswiki, Nabilla menceritakan telah menentukan tanggal pernikahan jauh sebelum pandemi COVID-19 datang. Bahkan ia mengaku hampir 90 persen kebutuhan untuk pernikahan telah dipersiapkan. Namun segalanya mendadak berubah, terlebih saat Jawa Timur menjadi zona merah akibat pandemi.

"Makin bingung waktu itu. Akhirnya rundingan lagi dengan keluarga besar dan diputuskan untuk menggelar akad nikah terlebih dulu. Padahal dulu pinginnya akad sama resepsi dilangsungkan dalam satu hari supaya nggak ribet," terangnya saat ditemui di kawasan Keputih, Sabtu (20/6/2020).

Tak hanya tanggal pernikahan yang berubah, hal lain seperti, perencanaan biaya, konsep acara, dan vendor pun ikut berubah. Hal ini sempat membuat dia dan suami merasa stress.

Nabilla melanjutkan, sesaat setelah keputusan itu, ia kembali dibingungkan soal biaya yang tidak sesuai dengan rencana awal. Biaya membengkak lantaran ia juga ingin mengundang beberapa teman dekat di hari bahagianya.

"Saya dan suami memutuskan turut serta mengundang beberapa teman dekat karena tidak yakin kapan pandemi ini akan berakhir," tutur Nabilla.

Nabilla mengaku merasa sedih, karena ia tak bisa mengundang semua teman dekat dan keluarganya lantaran adanya pandemi ini. Sehingga, alternatif lain yang dipilih adalah dengan menyiarkan prosesi pernikahannya lewat video call dan aplikasi pertemuan online.

Ivo Ananda Sebut Tetap Ada yang Berkorban Saat Jalankan Banyak Peran

Belum lagi, lanjut Nabiilla, lokasi tempat ia menikah meminta agar tak banyak tamu yang datang dalam acara pernikahannya.

Hal ini dilakukan supaya acara tersebut tak menjadi sorotan oleh pihak keamanan lantaran mengumpulkan banyak orang.

"Kalau dari pihak restoran meminta agar tamu tetap mematuhi protokol kesehatan seperti, wajib mengenakan masker, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, dan menjaga jarak aman," imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved