We the Health Jadi Event Kesehatan Pertama yang Digelar Secara Digital

Tak seperti konferensi pada umumnya, We the Health justru ingin peserta secara aktif bertanya dengan diberikannya ruang cukup besar.

We the Health Jadi Event Kesehatan Pertama yang Digelar Secara Digital
IST
Flyer event We the Health 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Bertepatan dengan ulang tahun pertama perusahaan kesehatan Jovee dan Lifepack, konferenai digital We the Health akan digelar, Sabtu (27/6/2020) mendatang.

Ini akan menjadikan We the Health sebagai event kesehatan pertama yang digelar secara digital di masa pandemi COVID-19.

CEO Jovee dan Lifepack, Natali Ardianto mengatakan lewat event We the Health ini pihaknya ingin memberikan edukasi pada masyarakat tentang kesehatan. Hal ini lantaran literasi masyarakat tentang kesehatan begitu minim, juga tingkat berita hoax tentang kesehatan di Indonesia sangatlah besar.

"Berita hoax tentang kesehatan menjadi terbesar kedua setelah politik. Maka dari itu, kami ingin setidaknya memberikan ruang pada masyarakat untuk mengetehaui literasi kesehatan secara langsung dengan para expert," terang Natali saat dihubungi Tribunnewswiki, Rabu (24/6/2020) malam.

Tak seperti konferensi pada umumnya yang memberikan ruang besar bagi pembicara, We the Health justru ingin peserta secara aktif bertanya dengan diberikannya ruang cukup besar.

"Dengan durasi presentasi yang tidak terlalu lama, memungkinkan peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung dalam sesi tanya jawab," imbuhnya.

Banyak hal tentang kesehatan yang akan dibahas dalam We the Health. Termasuk di dalamnya tentang pelayanan kesehatan, manajemen stress selama pandemi, kesehatan kulit, dan cara menyikapi new normal dari pandangan praktisi.

Elvira Plant Ajarkan Cara Menanam Next Level Lewat DIY Plant Kit Vol 2

Perempuan Perlu Memiliki Ruang Bagi Dirinya Sendiri

"Tak kalah penting, kami juga akan menghadirkan ahli ginekologi. Yang mana kita ketahui, selama pandemi ini tingkat kehamilan ibu-ibu cukup tinggi terutama di Jawa," ungkap Natali.

Menurut Natali, jumlah kasus positif yang terus bertambah di Indonesia tidak menutup kemungkinan akan adanya second wave.

Maka dari itu, perlu bagi masyarakat untuk mengetahui pandangan praktisi mengenai isi kesehatan ini supaya lebih bisa mempersiapkan diri apabila hal tersebut benar terjadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved