Elvira Plant

Elvira Plant merupakan project dari Elvira Siska di sela waktunya menunggu hasil tes untuk magang di di Botanical Garden, New York.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Tak hanya menjual, Elvira Siska juga memberikan pelajaran singkat tentang cara merawat dan mengembangkannya menjadi tanaman baru lewat sebuah catatan kecil yang digantung di tanaman. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya -  Elvira Siska Erawati, owner Elvira Plant memilih terjun untuk budidaya tanaman hias, lantaran saat kuliah ia juga mengambil jurusan di bidang Agro Teknologi Pertanian. Hal itu pula yang kemudian mendorong Elvira untuk membuka toko khusus menjual tanaman hias.

Kala itu, kecintaan Elvira pada biologi tidak bisa dibendung. Ia cukup memutar otak saat memutuskan mengambil jurusan Agro Teknologi Pertanian di Universitas Brawijaya Malang.

Karena selama ini jika berbicara soal biologi, masyarakat lebih paham dengan  jurusan kedokteran. Sedangkan Elvira, walaupun suka dengan biologi, tapi dia tidak tertarik untuk berhubungan langsung dengan manusia.

Lepas dari jurusan kedokteran, dua pilihan lainnya mengarah pada bidang perikanan dan pertanian. Di antara dua pilihan itu, Elvira kemudian memutuskan untuk memilih pertanian karena ia lebih suka menghabiskan waktu di daerah pegunungan daripada pantai.

Meski pertanian merupakan jurusan yang dipilih langsung oleh Elvira, ia mengaku sempat mengalami kesusahan di semester awal perkuliahan. Lantaran, saat itu yang dipelajari adalah tanaman pangan seperti, padi, jagung, dan lainnya.

Elvira Plant Ajarkan Cara Menanam Next Level Lewat DIY Plant Kit Vol 2

Ingin Belajar Menanam Tanpa Perlu Repot dan Kotor? Elvira Plant Rilis DIY Plan Kit untuk Pemula

Perempuan kelahiran 4 Juni 1997 itu mengaku baru sangat tertarik dengan materi pembelajaran saat duduk di semester lima. Hal itu karena pada semester itu, sistem pembelajarn di kampusnya mulai lebih spesifik seperti, mempelajari tentang tanaman hias, herbs, dan lainnya.

Sejak itu, Elvira melihat selain memiliki banyak jenis, tanaman juga memiliki banyak manfaat dan berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Rasa keingintahuan Elvira tentang tanaman tak bisa dibendung hanya dengan mendapat materi saat perkuliahan. Ia juga mencoba mencari-cari tahu tentang tanaman hias lain melalui internet dan beberapa buku.

Setelah mantap menjatuhkan hati pada tanaman hias, Elvira kemudian mencari-cari tempat magang yang khusus membudidayakan tanaman hias.

Ketertarikan Elvira pada tanaman hias itu membuat pemilik tempat magang memberikannya kesempatan untuk melakukan penelitian di tempat tersebut.

Dalam masa penelitian yang membutuhkan waktu sekitar empat bulan, Elvira merasa dirinya enjoy menjalani pekerjaan itu. Mulai dari pembibitan, melihat proses tumbuh, hingga tanaman besar dan siap dijual.

Ditawari Program Magang di New York

Selama masa penelitian itu juga, Elvira sempat ditawari untuk mengikuti program magang di botanical garden di New York. Untuk bisa magang di luar negeri, Elvira harus mengikuti seleksi yang lumayan padat dan menyita waktu.

Meski sudah lulus, waktu Elvira untuk mencari pekerjaan akhirnya terpotong lantaran harus mengikuti beberapa seleksi. Akhirnya, ia memilih untuk membuka toko tanaman hias.

Selain karena alasan itu, Elvira juga banyak mendapat dorongan dari pemilik tempat magang. Sang pemilik melihat kecakapan Elvira dalam menjelaskan jenis hingga cara merawat tanaman pada konsumen di tiap pameran.

Kolaborasi Elvira Plant dan Pitmey Sweet, Ciptakan Hampers Ecofriendly yang Unik untuk Lebaran

Bantu Memberi Edukasi pada Masyarakat soal Tumbuhan

Tanaman pertama yang dijual Elvira waktu itu adalah jenis Peperonia Watermelon. Tanaman itu yang digunakan Elvira sebagai bahan penelitian lantaran perawatannya mudah dan seluruh bagiannya dapat dikembangkan menjadi tanaman baru.

Sebelumnya, Peperonia Watermelon ini sudah sangat happening di luar negeri. Begitu masuk Indonesia, ia melakukan penelitian terlebih dulu pada tanaman tersebut.

Lewat penelitian itu, Elvira jadi tahu kalau tumbuhan tersebut sangat mudah dikembangkan menjadi tanaman baru.

Cocok Tumbuh di Surabaya, Begini Cara Perawatan Tanaman Sirih Belanda

Awalnya tanaman itu ditawarkan Elvira pada teman-temannya di jurusan pertanian. Betapa terkejutnya, bahwa tak banyak teman-temannya yang tahu tentang tumbuhan itu, meski mereka merupakan mahasiswa jurusan pertanian.

Maka, Elvira berinisiatif selain menjual tanaman, juga memberikan pelajaran singkat tentang cara merawat dan mengembangkannya menjadi tanaman baru lewat sebuah catatan kecil yang digantung di tanaman.

Setelah Elvira mendapat respon cukup baik dari teman-temannya di kampus, ia mulai percaya diri menjual tanaman-tanaman tersebut secara online seperti lewat media sosial dan beberapa e-commerce besar.

Pasar Tanaman Hias

Elvira menilai pasar tanaman hias sangat besar dan jelas. Hal itu terlihat setelah ia kembali ke Surabaya dan membuat sebuah pameran di salah satu mall di Surabaya Barat dengan mengumpulkan sejumlah pedagang tanaman hias.

Dari pameran itu, Elvira melihat jika pasar tanaman hias lebih banyak ke ibu-ibu.

Ikuti kami di
KOMENTAR
396 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved