Komunikasi pada Orang yang Tepat Bisa Ringankan Penderita Gangguan Mental

Ade Binarko mengatakan, untuk sedikit meringankan beban penderita gangguan mental, penting untuk sering melakukan komunikasi pada orang yang tepat.

Komunikasi pada Orang yang Tepat Bisa Ringankan Penderita Gangguan Mental
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Hasil tangkap layar konferensi digital We the Health via aplikasi Zoom, Sabtu (27/6/2020). Menampilkan Ade BInarko, founder komunitas sehatmental.id yang juga seorang penyintas kesehatan mental. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Ade Binarko founder komunitas sehatmental.id mengatakan, untuk sedikit meringankan beban penderita gangguan mental, penting untuk sering melakukan komunikasi pada orang yang tepat.

Hal itu disampaikan Ade saat mengisi konferensi digital tentang kesehatan bersama We the Health yang digelar lewat aplikasi Zoom, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Ade, pemikiran dan perasaan orang dengan gangguan mental tidak mudah ditebak. Cenderung naik turun. Maka, penting bagi mereka untuk berbagi cerita pada orang yang tepat.

"Jika kemudian dirasa tidak menemukan orang yang tepat atau merasa perasaan tersebut sudah cukup mengganggu, segera lakukan konsultasi dengan ahli seperti psikolog," terangnya.

Ade membahkan, semakin cepat penangan, tentu akan semakin besar pula persentase orang tersebut sembuh.

"Jangan sampai sudah melakukan self-harm, baru datang ke psikolog. Sebenarnya tidak apa, hanya saja kalau sejak lama sudah merasa ada yang aneh pada diri sendiri, segeralah untuk melakukan konsultasi," imbuhnya.

Setidaknya enam bulan sekali, masyarakat perlu melakikan konsultasi ke ahlinya.

We the Health Ingin Berikan Edukasi Literasi pada Masyarakat

Selain konsultasi, agar gangguan mental tidak sering kambuh, beranikan diri untuk memutus hubungan dengan orang yang bersifat toxic.

"Ini adalah permasalahan yang kadang tidak disadari oleh banyak orang. Jangan karena sudah telanjur kenal lama, membuat kalian menutup mata dengan sifat buruk orang tersebut. Karena apabila dibiarkan lebih lama, kamu yang akan kalah dan bisa jadi berakibat fatal," jelas Ade.

We the Health Jadi Event Kesehatan Pertama yang Digelar Secara Digital

Buka Konferensi Digital We the Health, Bupati Trenggalek Mas Ipin Paparkan Inovasi di Wilayahnya

Tahapan Self Acceptance

Bagi Ade, memasuki tahap self acceptance cukup susah dan membutuhkan waku lama. Ini tentu akan berbeda pada setiap penderitanya.

"Awal tahu kalau ternyata saya punya gangguan mental, boro-boro self acceptance, adanya saya denial. Sampai kadang tidak terima dengan perkataan orang lain. Padahal itu yang sebenarnya terjadi pada saya," tuturnya.

Namun, hal berbeda justru didapat Ade ketika ia mulai sedikit demi sedikit menerima kekurangan dirinya.

Bahkan dia sudah tidak memedulikan komentar negatif yang ditujukan orang padanya.

"Saat ini, komentar negatif justru jadi imun saya. Kalau sudah keterlaluan, saya tetap menahan diri untuk tidak meledak. Paling yang saya lakukan cuma memblok mereka," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved