Rayakan Idul Adha 1441 H dengan Sajian Lamb Leg Curry Sandwich ala Luminor Hotel Surabaya

Luminor Hotel Surabaya memperkenalkan sajian fusion food bertemakan olahan daging kambing.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
KAMBING SIMPLE - Olahan berbahan kambing "Lamb Leg Curry Sandwich With Potato Salad" diperkenalkan Hotel Luminor Surabaya. Memasak dengan ukuran suhu yang sesuai bisa mempertahankan daging kambing agar tidak terlalu keras meski dalam kondisi dingin. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Luminor Hotel Surabaya memperkenalkan sajian fusion food bertemakan olahan daging kambing.

Hal ini lantaran sebentar lagi umat muslim akan merayakan Idul Adha 1441 Hijriah yang akan jatuh pada akhir Juli 2020 mendatang.

Sajian fusion food ini dipilih sebagai cara lain menikmati daging kambing pada perayaan Idul Adha.

"Jika biasanya masyarakat mengilah daging kambing menjadi gulai atau sate, kami memperkenalkan olahan lain yang juga bisa dipraktikkan di rumah," ujar Marketing Communication Manager Luminor Hotel Jemursari Elgar Gumilang, Senin (29/6/2020).

Co-Chef Luminor Hotel Surabaya, Sukismanto mengatakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Lamb Leg Curry Sandwich with Potato Salad tidak susah. Bahkan masyarakat pun bisa mencoba membuatnya di rumah.

Lamb Leg Curry Sandwich with Potato Salad ala Luminor Hotel Surabaya.
Lamb Leg Curry Sandwich with Potato Salad ala Luminor Hotel Surabaya. (SURYA.co.id/Habibur Rohman)

Untuk membuat Lamb Leg Curry Sandwich with Potato Salad, yang perlu diolah dulu adalah lamb leg curry.

"Di sini kami menggunakan paha kambing, karena selain daging, tulangnya pun masih bisa diolah untuk menjadi tambahan kaldu," terang pria yang akrab disapa Kis itu.

Luminor Hotel Surabaya Luncurkan Paket Menginap dan Work From Hotel untuk Atasi Bosan

Lakukan 4 Gerakan ini Secara Rutin, Bisa Bikin Lengan Lebih Kencang

Langkah pertama, daging kambing dipotong dadu atau sesuai selera. Namun lebih baik jika daging dipotong kecil karena untuk menjadi isian sandwich.

Tumis daging bersama bawang putih dan bubu kari. Kemudian beri air sedikit saja, karena daging akan mengeluarkan air dan minyak.

"Setelah ditambahkan air, tunggu hingga air berkurang. Di sini kami menggunakan air yang tidak begitu banyak agar daging tidak terlalu lama terkena air. Jika terlalu lama, akibatnya daging akan keras," jelas Chef Kis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved