Kisah Novita Purwaningsih Kenal Pahlawan Ekonomi hingga Keluar Jadi Juara Creative Industry 2018

Sejak Vira aktif menjadi kader lingkungan hidup dan sering dikirim mengikuti lomba, nama Pahlawan Ekonomi tak begitu asing di telinganya.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
Vira menunjukkan plakat juara Pahlawan Ekonomi yang ia dapat pada 2018 lalu. Vira mendapat juara ketiga dalam kategori Creative Industry. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sejak Vira aktif menjadi kader lingkungan hidup dan kader kesehatan yang sering dikirim untuk mengikuti lomba, nama Pahlawan Ekonomi sebenarnya tak begitu asing di telinganya.

Karena pada saat itu, Vira yang aktif mengikuti lomba, juga dikirim untuk ikut meramaikan lomba jingle Pahlawan Ekonomi pada tahun 2013.

Sejak mengikuti lomba itu, Vira kemudian mengenal beberapa orang yang ternyata juga ikut menjadi mentor dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi.

Dari lomba itu juga, ketertarikan Vira untuk mengikuti Pahlawan Ekonomi makin besar. Apalagi saat ia melihat banyaknya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mengikuti bazar untuk merayakan awarding night Pahlawan Ekonomi.

"Selain beberapa faktor tersebut, sebenarnya yang membuat saya tertarik untuk mengikuti Pahlawan Ekonomi adalah saat mendengar pidato motivasi yang diberikan bu Risma," ujarnya.

Vira menjelaskan, dalam pidato motivasi yang diberikan Tri Rismaharini saat awarding night Pahlawan Ekonomi, orang nomor satu di Surabaya itu menyebut agar orang-orang tidak hanya puas setelah menerima gaji dari perusahaan.

"Kenapa kalian itu suka kerja menjadi karyawan? Kenapa bukan kalian yang menggaji karyawan itu? Kenapa kalian tidak ingin jadi bosnya?" ujar Vira saat menirukan motivasi yang diberikan Tri Rismaharini.

Kata-kata itu seolah menyentak hati Vira. Ia meresapi betul motivasi yang diberikan Risma. Ia berpikir bahwa kalimat yang diucapkan Wali Kota Surabaya tersebut 100 persen benar.

Namun, Vira baru benar-benar melepas status dirinya sebagai seorang karyawan pada tahun 2016. Setelah ia menekuni usaha jahit kecil-kecilan yang dibangun sejak 2015.

Pada waktu itu pula, sebenarnya Vira cukup menyesal atas langkah yang ia ambil sepuluh tahun lalu. Hanya puas menjadi seorang karyawan. Padahal jika dihitung, Vira telah memiliki skill yang cukup mumpuni untuk mendirikan usaha sendiri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved