Tanamkan Mindset Pola Hidup Sehat Agar Diet Lebih Sepenuh Hati

Menurut Coach Harris Bundaran Satelit Benny Eries Yano, daripada membangun mindset menurunkan berat badan, lebih baik beralih ke gaya hidup sehat.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
KONSUMSI SEHAT - Memilih cemilan dan waktu konsumsi yang tepat bisa membantu untuk mengontrol perkembangan tubuh sebagai pendukung program diet yang bisa diatur sendiri. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Selain niat dan tekad yang kuat, menanamkan mindset pola hidup sehat juga penting untuk mereka yang ingin melakukan program diet.

Menurut Coach Harris Hotel Bundaran Satelit Benny Eries Yano, daripada membangun mindset menurunkan berat badan, lebih baik beralih ke gaya hidup sehat.

"Karena kalau mindset beralih ke gaya hidup sehat, kebanyakan masyarakat tak akan terbebani. Mindset seperti ini akan memacu kita untuk lebih memperhatikan pola makan dan rajin berolahraga untuk kesehatan. Nah, perkara nanti berat badan turun, itu adalah bonus dari usaha kita," terangnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Coach Deasy Damayanti . Menurutnya, pola makan sehat yang tampak tidak enak di mata orang awam, tetap akan terasa enak dan menyehatkan bagi yang menjalankan.

Karena, lanjut Coach Deasy, mindsetnya sudah diatur bahwa makanan tersebut yang membuat sehat, cantik, dan awet muda.

Program diet atau penurunan berat badan bukan melarang seseorang untuk makan, tapi lebih mengatur pola makan. Bahkan, orang diet tetap bisa makan lima hingga enam kali dalam sehari, hanya saja dengan porsi yang disesuaikan.

Menurut Coach Benny, 60 persen cara untuk membentuk tubuh berada di meja makan.

"Artinya dengan memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sisanya tentu dengan berolahraga. Jika ingin proses diet dan pembentukkan tubuh bekerja secara bersamaan, kuncinya adalah dengan menjaga pola makan dan olaharaga secara rutin," tuturnya.

Program Diet Keto Bisa Jadi Pilihan Tepat untuk Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran

Sering sekali masyarakat menjalankan diet yang salah seperti, memakan makanan kecil tidak akan menyebabkan gemuk. Padahal, meski makanan tersebut berukuran kecil, jika kandungan kalorinya besar, tetap akan membuat badan gemuk.

"Jadi bukan pada besar kecil makanan yang masuk ke dalam tubuh, tapi kalori yang terkandung di dalamnya," sahut Coach Deasy.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved