Yusril Ihza Visualkan Amarah Istri Arjuna Dalam Projek Kolaborasi Tari dan Puisi

Puisi karya Yusril Ihza terinspirasi dari kisah kematian Dewi Sumbadra, istri Arjuna yang mempertahankan kehormatan dan kesetiannya pada sang suami.

Youtube Yusril Ihza
Cuplikan visualisasi puisi "Sumbadra Larung" dengan gerakan tari, projek kolaborasi Yusril Ihza dan Putri Kusumawardani. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - "Sebab aku mencintaimu, tak segan kutancapkan pisau ke dadaku.
Tak sudi kulenguhkan syahwat pada kesatria keji dan laknat.
Dan tak ada yang boleh menimba air dari lubang farji padmaku, selain engkau, pangeranku".

Begitulah sepenggal syair puisi karya Yusril Ihza terinpirasi dari kisah kematian Dewi Sumbadra, istri Arjuna yang kala itu berani mempertahankan kehormatan dan kesetiannya pada sang suami. Meski pada saat itu, Sumbadra tengah diancam oleh Burisrawa, pria yang mencintainya agar meninggalkan Arjuna.

Tak hanya itu, karya puisi Yusril Ihza juga divisualisasikan dalam gerakan tari oleh Putri Kusumawardani dan diunggah pada Selasa (30/6/2020) di Instagram TV (@putri_kusumawardani) dan kanal Youtube (Yuzril Ihza F. A.)

Video berdurasi tiga menit itu dibuka dengan visual Putri Kusumawardani yang sedang duduk di atas dipan dengan mengenakan pakaian serba hitam. Melambangkan kematian sang dewi karena mempertahankan kesetiannya pada Arjuna.

Putri terus menggerakkan tubuhnya, membentuk tarian penuh emosi agar perasaan Sumbadra tersalurkan dengan baik pada penontonya. Menjelang akhir video, Putri mengambil selendang berwarna merah yang kemudian ia lemparkan ke arah kamera sebagai bentuk amarah.

Projek kolaborasi dengan menggabungkan tari dan puisi merupakan eksperimen terbaru yang dibuat oleh Yusril selaku seniman.

Gelar Simulasi Wedding, Hotel Royal Singosari Cendana Terapkan Protokol Ketat

Selain untuk mengisi waktu luang, Yusril sebenarnya ingin menggiring masyarakat agar lebih bisa memandang puisi dan tari tak hanya sebagai kata serta gerakan.

"Puisi dan tari kalau ditilik lebih dalam merupakan pencarian makna dari suatu kisah yang kemudian dipresentasikan," ujarnya saat dihubungi Tribunnewswiki, Rabu (8/7/2020).

Melalui pertunjukkan kolaborasi digital ini, baik Yusril maupun Putri sama-sama sedang mencari makna dan pesan tersirat melalui bentuk yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bahkan, Putri mengaku ikut terbawa emosi saat menambahkan gerakan dalam karya puisi Yusril.

Teater Kaki Langit Bagikan Ratusan Sembako dari Hasil Pementasan Ora Duwe Pangng (ODP)

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved