Fashion Jadi Salah Satu Cara Orang Berkomunikasi

Bagi Ariella Devina, fashion merupakan bahasa untuk kita berkomunikasi dengan orang lain, terutama mereka yang baru pertama kali bertemu.

SURYA.co.id/Sugiharto
Bagi Ariella Devina, fashion merupakan salah caranya untuk berkomunikasi. Terutama pada mereka yang baru pertama kali bertemu dengannya. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Bagi Ariella Devina, fashion merupakan bahasa untuk kita berkomunikasi dengan orang lain, terutama mereka yang baru pertama kali bertemu.

Tanpa mengeluarkan banyak kata untuk mendefinisikan diri sendiri, terkadang orang sudah bisa memberian penilaian lewat apa yang kita pakai.

"Fashion itu representasi diri, sih kalau menurut saya. Fashion itu ekspresi diri kita," tegas Ella.

Menurutnya, orang yang mencintai fashion akan terdorong banyak mempelajari hal baru. Karena fashion tidak bisa hanya diam di satu style saja. Bahkan dalam sehari, orang bisa berganti outfit dua hingga tiga kali.

Jika sudah begitu, secinta apapun seseorang dengan satu hal, mereka akan memutar otak dan menemukan ide baru agar sesuatu itu tidak terkesan membosankan.

"Misal saja kita suka banget dengan denim, kalau tiap hari pakai item itu terus tentu akan merasa bosan. Maka, mix and match itu penting. Juga, biasanya lewat belajar atau eksperimen hal baru, biasanya kita juga akan menemukan kesukaan baru yang tentu akan menambah pengetahuan kita," jelas alumnus Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut.

Pilih Pakaian yang Stylish dan Comfy untuk Jaga Mood saat di Rumah Saja

Digelar Secara Virtual, Surabaya Fashion Parade 2020 Berikan Pengalaman Nonton Show yang Berbeda

Styling Oversized T-Shirt, Bantu Beri Tampilan Fresh dan Fashionable

Menjadi fashionable, menurut Ella tak perlu dengan mengeluarkan banyak biaya. Cukup mengandalkan kreativitas.

Maksudnya, kalau tidak berani membuka diri, belajar dari beragam referensi, dan memanfaatkan barang yang ada, tetap akan susah menjadi fashionable meski telah mengeluarkan banyak biaya.

Dalam berkreasi dengan fashion, perlu adanya keseimbangan antara kreativitas dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Menyesuaikan diri dengan lingkungan ini termasuk menghormati norma-norma yang ada di masyarakat. Seperti kalau saat ke kampus, pasti kita nggak boleh pakai kaus dan sandal jepit, karena dinilai tidak sopan meski menurut kita itu adalah item yang nyaman," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved