Kecintaan Ariella Devina pada Fashion Mendorongnya Kembangkan On the Rocks

Meski bukan lulusan sekolah fashion, namun Ariella Devina telah jatuh cinta pada hal tersebut sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

SURYA.co.id/Sugiharto
Pemilik tenan memasukkan busana contoh yang usai dicoba di kotak sterilisasi. Kotak sterilisasi menggunakan sinar ultra violet ini untuk memutus penyebaran virus covid-19, sekaligus memberikan rasa aman pada calon pembeli. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Meski bukan lulusan sekolah fashion, namun Ariella Devina telah jatuh cinta pada hal tersebut sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Saat itu, perempuan yang akrab disapa Ella ini ingat betul bagaimana dia bisa memilih pakaian sesuai dengan keinginannya dan melakukan eksperimen.

Ella juga sempat bekerja di salah satu brand fashion luar negeri yang kemudian semakin menambah kecintaanya. Namun karena satu dan lain hal, maka ia dan suami memutuskan untuk berbisnis.

Berdasar kesukaannya, Ella memutuskan untuk membangun bisnis di dunia fashion untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di Surabaya.

"Saya berusaha membuat model pakaian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat mereka temukan di brand ternama maupun lokal lainnya," terangnya.

Sebagian besar memang fashion taste di On the Rocks merupakan kesukaan Ella. Mulai dari yang sering ia pakai, hingga hanya menjadi angan-angan saja. Seperti oversized t-shirt atau pakaian dengan warna nyentrik.

Menjadi toko pakaian yang beda dari selera fashion pada umumnya, sempat membuat usaha Ella dikritik. Lantaran seleranya yang dikira nyeleneh dan tidak sesuai dengan masyarakat.

Smart Buying ala Ariella Devina dengan Teori Cost Per Wear

Fashion Jadi Salah Satu Cara Orang Berkomunikasi

Universitas Ciputra Surabaya Bikin Nakes Terharu saat Kebutuhan Rahasia Mereka Terbongkar

"Ya awal berdiri memang sempat dapat banyak kritikan, tapi pelan-pelan kami juga berusaha memberi edukasi bahwa tidak semua brand fashion itu selaras. Mereka punya selera masing-masing dan tentu memiliki pasar tersendiri," tutur Ella.

Sejak awal, Ella memiliki konsep agar tokonya ini tidak hanya sekadar menjual baju, namun juga sebagai inspirasi style bagi masyarakat.

Caranya dengan memberi mereka edukasi dan masukan untuk tampilan yang mereka inginkan.

"Jadi misal kalau ada orang tertarik pakai oversized t-shirt, tapi nggak tahu mau dipadukan dengan apa, sebisa mungkin saya dan anak-anak (pegawai) memberikan masukan atau mengajak mereka untuk berani bermain style dengan ragam outfit," ujarnya.

Lewat komunikasi ringan seperti itu, tak hanya pengunjung saja yang mendapat ilmu baru. Terkadang, Ella merasa juga mendapat banyak masukan dari obrolan singkat tersebut. Salah satunya yakni, tahu selera masyarakat seperti apa.

Meski telah membangun usaha selama sembilan tahun, Ella mengaku masih belum berani untuk mengembangkan On the Rocks di kota lain. Hal ini lantaran ia belum berani memercayakan usahanya untuk dipegang orang lain.

"Mungkin bisa dibilang saya terlalu idealis, karena segala urusan masih saya tangani sendiri. Mulai dari pemilihan bahan, model, hingga penjualan. Saya hanya tidak ingin jika toko ini berkembang terlalu cepat namun tidak sesuai dengan visi yang bangun saya bangun sejak awal," ungkapnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved