Cara Batik Wistara Bertahan di Tengah Pandemi

Bagi Ariyono, kunci bertahan di tengah pandemi adalah dengan memasrahkan dan mengikhlaskan hasil usaha pada Yang Maha Kuasa.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
Ariyono berpikir, di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, tak hanya usahanya saja yang mengalami kesusahan, bahkan semua orang juga merasakan hal yang sama. Jika ia hanya sibuk mengeluh tanpa mencoba segala cara untuk tetap berusaha, tentu hasilnya pun tidak ada. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Bagi Ariyono, kunci bertahan di tengah pandemi adalah dengan memasrahkan dan mengikhlaskan hasil usaha pada Yang Maha Kuasa.

Ariyono berpikir, di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, tak hanya usahanya saja yang mengalami kesusahan, bahkan semua orang juga merasakan hal yang sama. Jika ia hanya sibuk mengeluh tanpa mencoba segala cara untuk tetap berusaha, tentu hasilnya pun tidak ada.

Selain pakaian, di masa pandemi COVID-19 Batik Wistara juga banyak melayani pesanan masker.

"Membuat masker ini pun kalau tidak ada teman yang pesan, saya mungkin juga nggak kepikiran membuat inovasi ini," ujarnya.

Di masa pandemi, tak banyak orang yang mencari pakaian baru. Bahkan saat momen lebaran beberapa waktu lalu.

Masyarakat lebih banyak mencari pasokan masker. Maka, pilihan untuk membuat masker, ternyata merupakan langkah tepat yang diambil Ariyono.

"Masker di sini pun dibuat dari kain perca yang banyak tersisa dari hasil pembuatan baju. Jadi Batik Wistara juga sekaligus menerapkan sustainable fashion dalam pembuatan masker," tandasnya.

Pilih Pakaian yang Stylish dan Comfy untuk Jaga Mood saat di Rumah Saja

Batik Wistara: 10 Tahun Bekerja dengan Teman-teman Difabel

Terhitung, Batik Wistara telah memproduksi lebh dari 5.000 masker selama pandemi COVID-19.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved