Dokter Cilik Dapat Berperan Sebagai Detektif Nyamuk di Musim Penghujan

Memasuki musim penghujan, lanjut Chusnur, penting agar masyarakat lebih ketat lagi dalam melaksanakan kampanye 3M.

Tribunnewswiki/Akira Tandika
Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Chusnur Ismiati Hendro Gunawan, selain COVID-19, penularan berbahaya lain seperti Demam Berdarah (DBD) perlu diperhatikan. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Memasuki musim penghujan, penting bagi masyarakat mewaspadai berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menularkan Virus Dengue melalui gigitan.

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Chusnur Ismiati Hendro Gunawan, selain COVID-19, penularan berbahaya lain seperti Demam Berdarah (DBD) perlu diperhatikan.

"Sebelum COVID-19, DBD merupakan pandemi yang berbasis pada lingkungan dan harus dicegah penyebarannya dengan cara menjaga kebersihan lingkungan," terangnya dalam web seminar We The Health The Series.

Memasuki musim penghujan, lanjut Chusnur, penting agar masyarakat lebih ketat lagi dalam melaksanakan kampanye 3M yakni, menutup, mengubur, dan menguras.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak terpaku pada kebersihan di dalam rumah, namun juga di luar. Hal yang menjadi perhatian adalah ragam benda yang dapat menampung air.

"Sedikit saja genangan air, bisa dimanfaatkan nyamuk sebagai tempat berkembang biak," ujarnya.

Wujudkan Program #TerusUsaha di Jatim, Ini 7 Solusi yang Dijalankan Grab Indonesia

Terutama, sambung Chusnur, saat ini ada Dokter Cilik yang memiliki peran sama pentingnya dengan relawan jumantik.

"Jadi adik-adik sekalian yang menjadi Dokter Cilik juga bisa sekaligus menjadi detektif nyamuk di rumah masing-masing. Karena untuk membasmi nyamuk, harus dilakukan oleh semua orang, tidak hanya menjadi tugas pemerintah maupun sekelompok orang saja," jelas Chusnur.

Chusnur mengatakan, masyarakat tidak perlu panik dalam usaha pencegahan DBD. Karena saat seseorang panik, secara tidak langsung imunitas tubuh menurun. Dengan begitu, tak hanya Virus Dengue saja yang dapat masuk, namun juga virus lainnya.

"Yang penting waspada saja dengan tetap menerapkan 3M secara ketat," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved