Grab Indonesia Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup UMKM dan Gig Worker Surabaya Sebanyak 15 Persen

"Kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab mencapai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya," terang Stella Kusumawardhani.

IST
"Kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab mencapai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya," terang Stella Kusumawardhani. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Ini bukan kali pertama bagi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics untuk melakukan riset pada kontribusi Grab Indonesia.

Tahun 2019 lalu, CSIS dan Tenggara Strategic telah melakukan riset yang lebih fokus untuk aspek ekonomi pada pelaku UMKM dan gig worker setelah bergabung dengan Grab Indonesia.

"Hasilnya, kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab mencapai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya," terang Stella Kusumawardhani, Economist Tenggara Strategics.

Namun, pada Januari 2020 lalu, CSIS dan Tenggara Strategics kembali melakukan studi yang menghasilkan bahwa Grab Indonesia juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 15 persen.

Stella mengatakan, dengan banyaknya UMKM dan pekerja lepas yang bergabung menjadi mitra Grab Indonesia, membuat mereka secara tidak langsung membuka rekening pribadi dan menabung secara rutin di bank.

Grab Indonesia Hadirkan Program #TerusUsaha di Jatim untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

"Sebanyak 81 persen mitra GrabBike dan 69 persen mitra GrabCar telah rutin menabung di bank dengan kisaran Rp 967 ribu hingga Rp 1,2 juta per bulan," urainya.

Tak hanya menabung, studi tersebut juga menunjukkan bahwa 55 persen mitra GrabBike dan 84 persen mitra GrabCar melakukan kegiatan keungan lain seperti melakukan pinjaman, hingga mengkredit kendaraan untuk mengembangkan bisnis atau berinvestasi.

Selain itu, menurut riset tersebut juga menunjukkan, mitra GrabBike dan GrabCar mengalami peningkatan pendapatan hingga 125 persen dibanding sebelum mereka bergabung dengan Grab Indonesia.

Omzet Meningkat Setelah Gabung GrabKios, Sumarni Akui Harus Lebih Terbuka dengan Teknologi

"Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Kota Surabaya dengan peningkatan pendapatan hingga 125 persen menjadi Rp 9,3 juta per bulan dan 85 persen menjadi Rp5 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab," jelasnya.

Peningkatan ini, lanjut Stella, membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman.

Stella mengungkapkan, pertumbuhan sektor gig economy memiliki peran yang besar kepada ketahanan ekonomi. Karena mereka dapat merasakan manfaat setelah bergabung secara langsung.

"Kami percaya platform teknologi seperti Grab dapat membantu pemulihan dan pertumbuhan kembali perekonomian yang terkena dampak negatif akibat pandemi. Kita sudah melihat bukti bahwa gig economy mampu memberikan kontribusi yang besar pada 2019 lalu. Hal ini bisa terjadi jika masyarakat lebih memanfaatkan teknologi dan mulai bertransformasi digital dalam sebuah ekosistem yang baik,” tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved