Viral di Twitter dan Instagram Ospek Online Unesa, Pihak Kampus Selesaikan Secara Internal

PKKMB Unesa yang digelar secara online semalam menjadi trending topik di google. Video berdurasi 30 detik itu diunggah oleh akun twitter @skipberat.

Editor: Akira Tandika
Instagram/aslisuroboyo
Potongan video mahasiswa baru yang viral karena dibentak oleh seniornya selama PKKMB online. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang digelar secara online semalam menjadi trending topik di google. Lantaran video berdurasi 30 detik tentang PKKMB Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh akun twitter @skipberat.

Dalam unggahan video tersebut terlihat mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Maba itu kemudian mencoba memerlihatkan ikat pinggang. Namun si senior berkata tidak melihatnya.

"Ikat pinggang diperlihatkan, nggak dibaca tata tertibnya?" ujar salah seorang senior perempuan.

Menanggapi hal ini, Ketua Satuan Kehumasan Unesa, Vinda Maya Setianingrum mengakui video tersebut merupakan salah satu rangkaian PPKMB yang dilakukan di Unesa.

"Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pimpinan. Kami sudah mengidentifikasi seperti apa kronologinya. Dan itu memang video PKKMB mahasiswa kami Rabu (9/9/2020) lalu yang diadakan di fakultas masing-masing," urainya saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Vinda mengungkapkan PKKMB secara resmi dibuka pada Senin (7/9/2020), dan dilaksanakan oleh tujuh fakultas secara daring.

"Yang viral ini fakultas ilmu pendidikan. Kami baru tahu setelah viral karena 7 fakultas ini melakukan PKKMB online. Jadi kami memang tidak bisa melakukan pengawasan secara detail," ujarnya.

Untuk itu tindakan penyelesaian secara internal dilakukan karena halnini dilakukan mahasiswa di lingkup kampus. Sehingga akan menjdi evaluasi secara mendetail terkait pelaksanaan PKKMB di Unesa.

"Kami sepakat sebagai institusi pendidikan tidak mengizinkan adanya kekerasan. Dan sangat menyayangkan adanya kekerasan baik langsung ataupun online. Akan kami tindak lanjuti dengan pemanggilan pada para komdis ini untuk mengetahui kronologinya karena setiap fakultas punya aturan masing-masing," pungkasnya. (Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved